Graphene nanoribbons (GNRs) mendapat perhatian luas karena sifat elektroniknya yang unik dan
sangat dipengaruhi oleh geometri batas tepi, sehingga berpotensi untuk aplikasi nanoelektronika
dan termoelektrik. Penelitian ini mengkaji pengaruh batas tepi armchair dan zigzag terhadap
struktur elektronik GNR serta implikasinya terhadap potensi termoelektrik menggunakan
pendekatan density functional theory (DFT). Struktur armchair dan zigzag GNR dipasivasi
hidrogen pada atom tepi dan dibangun menggunakan atomic simulation environment (ASE).
Perhitungan DFT dilakukan dalam kerangka basis gelombang bidang dengan fungsional
pertukaran-korelasi GGA-PBE, energi cut-off 60 Ry, dan kisi k-point 1×1×7 sepanjang sumbu
nanoribbon yang telah ditentukan melalui uji konvergensi. Sistem dimodelkan dalam supercell
ortorombik dengan vakum 10 Å pada arah transversal (x dan y) serta periodisitas pada sumbu z
untuk merepresentasikan nanoribbon satu dimensi yang terisolasi secara lateral. Hasil simulasi
menunjukkan bahwa kedua sistem bersifat semikonduktor, dengan celah pita 0,500 eV pada
armchair graphene nanoribbon (AGNR) dan 0,624 eV pada zigzag graphene nannoribbon
(ZGNR). Selain itu, density of states (DOS) pada kedua nanoribbons rendah di sekitar tingkat
Fermi, konsisten dengan terbukanya celah pita pada struktur pita energi. Walaupun koefisien
transport termoelektrik belum dihitung secara eksplisit, deskriptor elektronik yang diperoleh
menyediakan dasar screening awal untuk evaluasi termoelektrik lebih lanjut melalui perhitungan
koefisien Seebeck, konduktivitas listrik, dan faktor daya.
Perpustakaan Digital ITB