BAB 1 Evander Sebastian Setiawan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Evander Sebastian Setiawan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Evander Sebastian Setiawan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Evander Sebastian Setiawan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Evander Sebastian Setiawan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Evander Sebastian Setiawan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
High-pressure acid leaching (HPAL) merupakan proses pengolahan bijih laterit
tipe limonit secara hidrometalurgi yang paling banyak diadopsi secara global.
Proses ini memanfaatkan asam sulfat untuk melindi logam pada suhu dan tekanan
tinggi (240–270 °C, 33–55 atm) untuk melarutkan nikel dan kobalt dari bijih
limonit. Namun, proses HPAL memiliki kekurangan, yaitu besarnya volume limbah
padat yang dihasilkan. Untuk setiap ton nikel yang diproduksi, diperkirakan 1,4–
1,6 ton limbah juga dihasilkan. Untuk mengatasi tantangan ini, dilakukan penelitian
untuk menguji kemampuan bijih saprolit sebagai agen netralisasi pada proses yang
disebut recycle leaching dimana saprolit ditambahkan ke larutan hasil pelindian
(pregnant leach solution, PLS) HPAL yang masih mengandung asam bebas. Proses
ini mampu menetralkan asam dan sekaligus melarutkan nikel tambahan dari saprolit
tanpa memerlukan penambahan asam baru sehingga berpotensi untuk mengurangi
penggunaan reagen netralisasi umum seperti kapur dan batu kapur yang berpotensi
mengurangi volume limbah padat yang dihasilkan.
Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap, yaitu preparasi, percobaan pendahuluan,
dan percobaan utama. Pada tahap pendahuluan, desain percobaan menggunakan
metode design of experiment (DoE) full factorial 2³ dengan dua replikasi untuk
mengidentifikasi kontribusi masing-masing faktor terhadap konsentrasi asam
bebas. Percobaan utama kemudian dirancang menggunakan metode Taguchi
Orthogonal Array L? dengan dua replikasi untuk menentukan kondisi optimum.
Pelindian dilakukan pada PLS artifisial produk HPAL dalam reaktor leher tiga pada
temperatur 95 °C dengan pengadukan 400 rpm. Konsentrasi asam bebas dianalisis
menggunakan metode titrasi asam-basa dengan NaOH 0,2 N, sedangkan kadar
logam yang terlarut dianalisis menggunakan atomic absorption spectroscopy
(AAS). Setelah kondisi optimum ditemukan, dilakukan percobaan lanjutan untuk
menentukan persen ekstraksi logam dan kinetika pelindian pada kondisi optimum.
Hasil percobaan menunjukkan bahwa rasio bijih/H2SO4 memberikan kontribusi
tertinggi (76,88 %) terhadap penurunan konsentrasi asam bebas, diikuti oleh rasio
S/L slurry (15,91 %) dan waktu pelindian (4,52 %). Konsentrasi asam bebas
minimum dicapai pada kondisi optimum dengan rasio bijih/H2SO4 1,7 pada rasio
S/L 0,43 g/mL dengan waktu pelindian 7 jam dimana diperoleh penurunan
konsentrasi asam bebas dari 60 g/L menjadi sekitar 13,6 g/L. Persen ekstraksi
logam pada kondisi optimum recycle leaching menunjukkan bahwa magnesium
mengalami pelindian paling tinggi, mencapai sekitar 45,10 %, diikuti kobalt sebesar
37,76 %, besi sebesar 34,54 %, dan nikel 21,90 %.
Perpustakaan Digital ITB