digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Ko-kristal adalah suatu kristal yang terbentuk dari dua atau lebih senyawa dalam susunan stnktur kristal tiga dimensi. Ibuprofen memiliki kelarutan yang sangat rendah dalam air. Sehingga diharapkan pembentukan kokristal ibuprofen dapa tmemperbaiki kelarutannya. Ibuprofen dan kafein masing-masing telah dilaporkan mampu membentuk ko-kristal dengan berbagai senyawa, namun demikian belum pernah dilaporkan ko-kristal dari kedua senyawa tersebut. Pada penelitian ini dilakukan pembentukan ko-kristal ibuprofen — kafein dengan proses neat-grinding. Serbuk ibuprofen, kafein, campuranfisika ibuprofen — kafein(l :9), (2:8), (3:7), (4:6). (5:5), (6:4), (7:3), (8:2), (9:1) dan campuran setelah di-grinding selama 60 menit, masing-masing dikarakterisasi menggunakan Fourier-Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), Differential Thermal Analysis (DTA), Difraksi sinar-X serbuk (PXRD). Selanjutnya dilakukan uji kelarutan dalam air, dengan penetapan kadar menggunakan spektofotometer UV-VIS pada panjang gelombang 222 nm. Dilakukan uji higroskopisitas pada kelembaban ekstrem (99%) dan dicuplik pada jam ke 3, 6 dan 9. Selanjutnya sampel diukur kadaraimya dengan titrasi Karl Fisher. Terdapat pergeseran kurva FTIR pada regangan C=O ibuprofen dari 1720,19 nm- kebilangan gelombang yang lebih kecil. Hasil analisis DTA menunjukan terbentuknya kurva endotermik ditandai dengan terbentuknya kurva endotermik pada suhu 79,90C dan 148,50 C. Perbandingan stoikiometri optimal ko-kristal ibuprofen —kafein diperkirakan terjadi pada perbandingan (1:1) dengan satu puncak leburan utuh terjadi pada suhu 79,9 0 C. Dari keselumhan data hasil percobaan ibuprofen — kafein membentuk ko-kristal pada perbandingan molar (1:1). Ko-kristal yang terberÉuk merniliki suhu lebur pada 79,90C. Ko-kristal ibuprofen — kafein memiliki kelaftltan yang lebih tinggi, di sisi lain juga menunjukan higroskopisitas yang lebih besar dibandingkan ibuprofen tunggal.