Abstrak - Fitri Indah Octaviani
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Biofilm pada permukaan yang bersentuhan dengan pangan dapat meningkatkan risiko
kontaminasi silang dan menurunkan efektivitas sanitasi. Penelitian ini mengevaluasi
pembentukan biofilm oleh Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus subtilis dalam susu UHT
pada permukaan polivinil klorida (PVC) dan stainless steel pada suhu 5 dan 28°C selama 4
dan 20 jam, baik tanpa maupun dengan perlakuan disinfektan berbasis natrium hipoklorit.
Total biomassa yang melekat, jumlah sel hidup, dan morfologi biofilm masing-masing
dianalisis menggunakan pengukuran densitas optik dengan pewarnaan crystal violet, metode
hitung cawan, dan scanning electron microscopy (SEM). Permukaan PVC menghasilkan
biomassa yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan stainless steel (p < 0,001),
sedangkan jenis material tidak berpengaruh signifikan terhadap viabilitas sel. Waktu inkubasi
yang lebih lama secara signifikan meningkatkan jumlah sel hidup, sementara temperatur tidak
memberikan pengaruh signifikan sebagai faktor tunggal. Perlakuan disinfeksi secara
signifikan menurunkan viabilitas sel (p < 0,001), tetapi tidak menurunkan biomassa secara
signifikan. Hasil pengamatan SEM mengonfirmasi bahwa residu extracellular polymeric
substances yang telah mengalami kerusakan tetap melekat pada permukaan setelah perlakuan.
Oleh karena itu, pengendalian biofilm yang efektif memerlukan proses pembersihan untuk
menghilangkan matriks sebelum dilakukan disinfeksi akhir.
Perpustakaan Digital ITB