digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan energi surya melalui implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil pada sistem pembangkit listrik industri. Kajian difokuskan pada penentuan kapasitas PLTS yang optimal, evaluasi pengurangan konsumsi bahan bakar biosolar B40, analisis kelayakan ekonomi investasi, serta sensitivitas proyek terhadap perubahan harga bahan bakar dan komponen utama PLTS. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi kasus pada industri terminal batubara yang beroperasi menggunakan pembangkit listrik berbahan bakar biosolar B40. Data yang digunakan meliputi profil beban listrik, konsumsi bahan bakar, biaya operasional pembangkit, serta data radiasi matahari lokasi penelitian. Analisis teknis dilakukan melalui simulasi sistem PLTS menggunakan perangkat lunak PVsyst untuk menentukan kapasitas optimal dan estimasi produksi energi tahunan. Analisis ekonomi dilakukan menggunakan parameter Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Levelized Cost of Electricity (LCoE). Selain itu, dilakukan analisis sensitivitas terhadap perubahan harga bahan bakar, harga panel surya, dan harga baterai lithium iron phosphate (LFP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi PLTS mampu menggantikan sebagian kebutuhan energi listrik yang sebelumnya dipenuhi oleh pembangkit berbahan bakar fosil sehingga menurunkan konsumsi biosolar B40 secara signifikan. Pengurangan konsumsi bahan bakar berdampak langsung terhadap penurunan biaya operasional pembangkit dan menghasilkan nilai LCoE yang lebih rendah dibandingkan sistem yang sudah ada berbasis bahan bakar fosil. Evaluasi ekonomi menunjukkan bahwa investasi PLTS memenuhi kriteria kelayakan finansial dengan nilai NPV positif dan IRR yang lebih tinggi dibandingkan tingkat diskonto yang digunakan. Dari aspek lingkungan, implementasi PLTS memberikan kontribusi terhadap pengurangan emisi karbon dan mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) Indonesia tahun 2060. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa harga bahan bakar merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kelayakan proyek, sedangkan penurunan harga panel surya dan baterai meningkatkan daya tarik investasi serta mempercepat pengembalian modal. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa model analisis kelayakan ekonomi implementasi PLTS pada sistem kelistrikan industri terminal batubara yang masih bergantung pada bahan bakar fosil. Hasil kajian menyediakan referensi praktis bagi industri pertambangan, pelabuhan, dan sektor energi dalam merencanakan transisi energi, mengurangi konsumsi bahan bakar fosil, serta meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan operasional melalui pemanfaatan energi surya.