Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan energi surya melalui
implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk mengurangi
penggunaan bahan bakar fosil pada sistem pembangkit listrik industri. Kajian
difokuskan pada penentuan kapasitas PLTS yang optimal, evaluasi pengurangan
konsumsi bahan bakar biosolar B40, analisis kelayakan ekonomi investasi, serta
sensitivitas proyek terhadap perubahan harga bahan bakar dan komponen utama
PLTS.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi kasus pada
industri terminal batubara yang beroperasi menggunakan pembangkit listrik
berbahan bakar biosolar B40. Data yang digunakan meliputi profil beban listrik,
konsumsi bahan bakar, biaya operasional pembangkit, serta data radiasi matahari
lokasi penelitian. Analisis teknis dilakukan melalui simulasi sistem PLTS
menggunakan perangkat lunak PVsyst untuk menentukan kapasitas optimal dan
estimasi produksi energi tahunan. Analisis ekonomi dilakukan menggunakan
parameter Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Levelized
Cost of Electricity (LCoE). Selain itu, dilakukan analisis sensitivitas terhadap
perubahan harga bahan bakar, harga panel surya, dan harga baterai lithium iron
phosphate (LFP).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi PLTS mampu menggantikan
sebagian kebutuhan energi listrik yang sebelumnya dipenuhi oleh pembangkit
berbahan bakar fosil sehingga menurunkan konsumsi biosolar B40 secara
signifikan. Pengurangan konsumsi bahan bakar berdampak langsung terhadap
penurunan biaya operasional pembangkit dan menghasilkan nilai LCoE yang lebih
rendah dibandingkan sistem yang sudah ada berbasis bahan bakar fosil. Evaluasi
ekonomi menunjukkan bahwa investasi PLTS memenuhi kriteria kelayakan
finansial dengan nilai NPV positif dan IRR yang lebih tinggi dibandingkan tingkat
diskonto yang digunakan. Dari aspek lingkungan, implementasi PLTS memberikan
kontribusi terhadap pengurangan emisi karbon dan mendukung pencapaian target
Net Zero Emission (NZE) Indonesia tahun 2060. Hasil analisis sensitivitas
menunjukkan bahwa harga bahan bakar merupakan variabel yang paling
berpengaruh terhadap kelayakan proyek, sedangkan penurunan harga panel surya dan baterai meningkatkan daya tarik investasi serta mempercepat pengembalian
modal.
Penelitian ini memberikan kontribusi berupa model analisis kelayakan ekonomi
implementasi PLTS pada sistem kelistrikan industri terminal batubara yang masih
bergantung pada bahan bakar fosil. Hasil kajian menyediakan referensi praktis bagi
industri pertambangan, pelabuhan, dan sektor energi dalam merencanakan transisi
energi, mengurangi konsumsi bahan bakar fosil, serta meningkatkan efisiensi dan
keberlanjutan operasional melalui pemanfaatan energi surya.
Perpustakaan Digital ITB