digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Analisis kestabilan lereng tambang batubara terbuka umumnya berfokus pada high wall, sedangkan low wall sering dianggap relatif aman karena kemiringannya landai. Namun, peningkatan nisbah kupas dapat memperpanjang low wall dan memicu keruntuhan meskipun faktor keamanan masih memadai, terutama pada perlapisan tipis, miring, dan menerus yang berpotensi mengalami buckling. Penelitian ini bertujuan menentukan faktor keamanan /ow wall berdasarkan Strength Reduction Factor (SRF) kritis serta menganalisis pola displacement dan perilaku buckling. Analisis numerik dua dimensi menggunakan metode elemen hingga dan pendekatan Shear Strength Reduction dilakukan berdasarkan geometri lereng (tinggi +83,5 m dan sudut keseluruhan 12°), urutan litologi, serta parameter mekanik dengan kriteria Mohr-Coulomb. Hasil analisis menunjukkan critical SRF sebesar 0,88 dan maximum total displacement sebesar 8,30 x 10 m. Nilai tersebut berada di bawah kriteria kestabilan lereng keseluruhan menurut Kepmen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018 (1,2-1,5), sehingga lereng dinyatakan tidak stabil. Displacement terkonsentrasi pada lapisan carbonaceous clay setebal 0,5 m sepanjang zona 15,6 m di foe low wall, dengan vektor mengarah keluar permukaan lereng. Maximum shear strain sebesar 3.25 x 107 dan yielded elements yang terkonsentrasi pada lapisan tersebut menunjukkan deformasi lentur sebagai slab dan potensi keruntuhan buckling pada toe low wall.