Analisis kestabilan lereng tambang batubara terbuka umumnya berfokus pada high
wall, sedangkan low wall sering dianggap relatif aman karena kemiringannya
landai. Namun, peningkatan nisbah kupas dapat memperpanjang low wall dan
memicu keruntuhan meskipun faktor keamanan masih memadai, terutama pada
perlapisan tipis, miring, dan menerus yang berpotensi mengalami buckling.
Penelitian ini bertujuan menentukan faktor keamanan /ow wall berdasarkan
Strength Reduction Factor (SRF) kritis serta menganalisis pola displacement dan
perilaku buckling. Analisis numerik dua dimensi menggunakan metode elemen
hingga dan pendekatan Shear Strength Reduction dilakukan berdasarkan geometri
lereng (tinggi +83,5 m dan sudut keseluruhan 12°), urutan litologi, serta parameter
mekanik dengan kriteria Mohr-Coulomb. Hasil analisis menunjukkan critical SRF
sebesar 0,88 dan maximum total displacement sebesar 8,30 x 10 m. Nilai tersebut
berada di bawah kriteria kestabilan lereng keseluruhan menurut Kepmen ESDM
No. 1827 K/30/MEM/2018 (1,2-1,5), sehingga lereng dinyatakan tidak stabil.
Displacement terkonsentrasi pada lapisan carbonaceous clay setebal 0,5 m
sepanjang zona 15,6 m di foe low wall, dengan vektor mengarah keluar permukaan
lereng. Maximum shear strain sebesar 3.25 x 107 dan yielded elements yang
terkonsentrasi pada lapisan tersebut menunjukkan deformasi lentur sebagai slab
dan potensi keruntuhan buckling pada toe low wall.
Perpustakaan Digital ITB