Operasi pemboran memainkan peran penting dalam eksplorasi hidrokarbon karena
keberhasilannya sangat bergantung pada kemampuan memahami dan memprediksi
kondisi geomekanika bawah permukaan salah satunya tekanan pori. Permasalahan
tersebut menjadi lebih kompleks pada daerah yang memiliki zona tekanan berlebih
(overpressure). Zona tersebut dapat terbentuk melalui mekanisme yaitu loading,
non-loading, maupun tektonik
Lapangan Bekapai merupakan salah satu target penting dalam eksplorasi
hidrokarbon yang terletak di Cekungan Kutai khususnya di sekitar Delta Mahakam.
Lapangan ini berada pada jalur antiklin Median yang sejajar dengan garis pantai.
Endapan batuan pada area ini berada pada sistem delta yang berkembang secara
kontinu sejak periode Neogen sehingga menghasilkan kondisi penimbunan sedimen
yang sangat teba yang menyebabkan nilai tekanan pori meningkat signifikan seiring
bertambahnya kedalaman hingga membentuk zona tekanan yang kuat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi model tekanan pori 1D pada area
penelitian menggunakan beberapa pendekatan, yaitu metode Eaton, Bowers, Kan
dan Swan, Han dan Yan, serta rasio Poisson. Model tekanan pori 1D yang diperoleh
kemudian dipetakan menggunakan volume kecepatan interval yang kemudian
diturunkan menjadi gradien tekanan pori. Volume gradien tekanan pori kemudian
dilakukan slicing per kedalaman dan horizon.
Hasil penelitian menunjukan bahwa metode Bowers dan rasion Poisson mampu
untuk mendekati nilai tekanan pori dengan lebih baik. Hasil slicing gradien tekanan
pori menunjukan bahwa overpressure pada Lapangan Bekapai berkembang dari
timur ke barat. Mekanisme dari overpressure di dominasi oleh non-loading dan
sedikit adanya pengaruh loading. Pembentukan overpressure dipengaruhi oleh
variasi aktivitas tektonik seperti inversi dan ekstensi cekungan.
Perpustakaan Digital ITB