digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Proses peleburan bijih nikel saprolit menjadi produk matte dalam industri metalurgi melibatkan interaksi kompleks antara fasa cair terak dan matte. Pemahaman mendalam mengenai diagram fasa terak SiO2-MgO-FeO yang berkesetimbangan dengan matte Ni-Fe-S sangat krusial untuk mengoptimalkan efisiensi proses dalam hal menentukan penentuan temperatur operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh temperatur terhadap kesetimbangan fasa sistem terak diberbagai komposisi pada selang temperatur 1200, 1350, 1450, dan 1550?. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini merupakan sampel industri berupa matte dan terak converter dari industri. Karakterisasi matte, terak, dan refraktori dari industri dilakukan terlebih dahulu untuk mengetahui fasa yang ada dan komposisinya. Percobaan kesetimbangan dilakukan dengan menggunakan campuran sampel yang terdiri dari matte dan terak dengan rasio 1 : 4. Metode peleburan campuran sampel menggunakan tiga variasi krusibel, yaitu SiO2, MgO, dan SiO2 berlapis MgO. Peleburan dilakukan di Vertical Tube Furnace (VTF) dengan variasi temperatur 1200, 1350, 1450, dan 1550? dengan waktu penahanan selama 2 jam untuk mencapai kesetimbangan. Selama pemanasan, atmosfer inert dijaga dengan mengalirkan gas argon dengan laju alir 1 L/menit. Setelah waktu peleburan tercapai, sampel didinginkan secara cepat (quenching) menggunakan media air garam. Karakterisasi sampel hasil kesetimbangan dilakukan untuk mengetahui jenis dan komposisi fasa yang terbentuk. Hasil analisis sampel industri menunjukkan matte memiliki komposisi Ni 78,43 wt%, Fe 0,65 wt%, dan S 20,03 wt%. Terak memiliki komposisi SiO2 26,09 wt%, MgO 0,11 wt%, dan FeO 68,95 wt%. Refraktori MgO-Cr industri ditemukan telah mengalami perubahan dimana teramati fasa baru yaitu olivin-(Mg,Fe)2SiO4 dan spinel-(Mg,Fe)(Cr,Al)2O4. Percobaan kesetimbangan dengan variasi krusibel SiO2, MgO, dan SiO2 berlapis MgO pada selang temperatur 1200, 1350, 1450, dan 1550? menunjukkan hasil yang sejalan dengan teoritis yang disimulasikan menggunakan perangkat lunak FactSage. Percobaan dengan krusibel SiO2, MgO, dan SiO2 berlapis MgO masing-masing menggeser komposisi likuidus ke arah SiO2/(MgO+FeO), MgO/(SiO2+FeO), dan SiO2+MgO/(FeO) yang lebih tinggi seiring meningkatnya temperatur operasi. Hasil percobaan kesetimbangan menunjukkan bahwa krusibel, yaitu SiO2, MgO, dan SiO2 berlapis MgO, yang diuji pada selang temperatur 1200, 1350, 1450, dan 1550? berpengaruh terhadap komposisi likuidus dan padatan yang terbentuk.