digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - AVELIA PINGKAN
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Batubara merupakan salah satu komoditas energi strategis di Indonesia. Salah satu cekungan pembawa batubara adalah Cekungan Barito, yang di dalamnya berkembang Formasi Warukin sebagai formasi pembawa batubara. Pit Dahai merupakan salah satu area penambangan batubara pada formasi tersebut. Kajian terbaru diperlukan untuk mendukung kegiatan penambangan berdasarkan kondisi terkini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi, menentukan lingkungan pengendapan dan karakteristik batubara, serta mengestimasi dan memetakan persebaran sumber daya batubara pada Pit Dahai, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, dengan luas area penelitian ±2,89 km². Penelitian ini menggunakan data observasi lapangan pada 46 titik, data 10 sumur bor, serta data hasil analisis proksimat dan ultimat batubara. Kondisi geologi ditentukan melalui analisis litologi, stratigrafi, dan struktur geologi. Lingkungan pengendapan dianalisis menggunakan pendekatan litofasies dan asosiasi fasies mengacu pada model Horne dkk. (1978). Karakteristik batubara ditentukan berdasarkan peringkat dan mutu. Estimasi sumber daya dilakukan melalui korelasi data sumur bor dan pemodelan lapisan menggunakan perangkat lunak Minescape 5.7. Kemudian diterapkan metode poligon melingkar berdasarkan radius klasifikasi sumber daya menurut SNI 5015 (2019) pada seam B dan G. Hasil penelitian menunjukkan daerah penelitian tersusun atas Satuan Batulempung dan Satuan Batupasir-Batulempung, dengan struktur geologi berupa lipatan asimetris serta sesar interpretatif. Analisis litofasies menunjukkan tiga belas lapisan batubara (seam A-M) yang diendapkan pada lingkungan transitional lower delta plain dengan asosiasi fasies swamp, interdistributary bay, crevasse splay, dan distributary channel. Batubara memiliki peringkat subbituminus C hingga A, dengan nilai kalori 8.644-11.092 Btu/lb, kadar abu sangat rendah (1,89-4,98% db), dan kadar sulfur rendah (0,10-0,31% adb). Kondisi geologi seam B dan seam G tergolong kompleks akibat variasi ketebalan dan kemiringan lapisan yang dikontrol struktur geologi. Perhitungan estimasi menghasilkan sumber daya kategori tereka 18.996.140, tertunjuk 9.221.013 ton, dan terukur 2.040.691 ton.