digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - MUHAMMAD IKHSAN IZZUL HAQ
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Peningkatan konsumsi beton global dan akumulasi limbah pembongkaran konstruksi mendorong pemanfaatan recycled aggregate (RA) sebagai substitusi agregat alam. Namun, lapisan mortar sisa yang porous dan rapuh pada permukaan RA menurunkan kinerja mekanik beton, sementara emisi gas karbon dioksida (CO2) dari industri konstruksi terus meningkat, sehingga diperlukan teknologi yang dapat memitigasi emisi sekaligus memperbaiki kelemahan RA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh carbonation curing terhadap kuat tekan dan karakteristik mikrostruktur beton berbasis 100% recycled aggregate, serta hubungan antara serapan CO2 (carbon uptake) dan pembentukan kalsium karbonat (CaCO3). Penelitian eksperimental dilakukan pada silinder beton berdiameter 150 mm dan tinggi 300 mm dengan mutu rencana 25 MPa dan rasio w/c sebesar 0,5, menggunakan gas CO2 komersial dengan kemurnian 99,9%. Benda uji di-cure selama 3, 7, 14, dan 28 hari, baik secara kontinu maupun dilanjutkan dengan air curing hingga umur 28 hari. Pengujian yang dilakukan meliputi uji kuat tekan, X-Ray Diffraction (XRD), Thermogravimetric/Differential Thermal Analysis (TG/DTA), X-Ray Computed Tomography (X-Ray CT), serta pemantauan serapan CO2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa carbonation curing meningkatkan kuat tekan pada seluruh umur pengujian, dengan durasi optimum tujuh hari yang dilanjutkan air curing menghasilkan kuat tekan sekitar 30% lebih tinggi dibandingkan water curing konvensional. Analisis mikrostruktur mengonfirmasi pembentukan kalsit dan penghalusan pori pada umur dini, sedangkan durasi karbonasi yang berkepanjangan memicu dekalsifikasi gel Calcium Silicate Hydrate (C-S-H) sehingga menurunkan kinerja mekanik. Serapan CO2 tidak berbanding lurus dengan pembentukan CaCO3 yang bermanfaat karena bergantung pada sumber kalsium reaktan, sehingga terdapat ambang optimum yang perlu diperhatikan dalam penerapan carbonation curing pada beton berbasis recycled aggregate.