Gunung Talaga Bodas terletak di wilayah perbatasan antara Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasikmalaya, tepatnya yaitu di Desa Sukamenak, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Berdasarkan bentuk tubuh gunungapinya, Gunung Talaga bodas diklasifikasikan sebagai gunung berjenis stratovolcano, yaitu gunung yang memiliki bentuk seperti kerucut dengan sisi yang curam. Berdasarkan tingkat aktivitas vulkaniknya, Gunung Talaga Bodas juga dikategorikan menjadi gunungapi tipe B, yaitu gunungapi yang tidak tercatat adanya kegiatan erupsi sejak tahun 1600, tetapi masih menunjukan adanya aktivitas vulkanik seperti adanya lubang-lubang tembusan gas, mata air panas, serta suhu batuan yang relatif tinggi sehingga berpotensi sebagai ancaman bahaya. Penelitian mengenai Gunung Talaga Bodas bertujuan untuk mempelajari karakteristik serta keperluan mitigasi bencana di kawah Gunung Talaga Bodas. Penelitian yang dilakukan adalah pemantauan deformasi dengan menggunakan Terrestrial Laser Scanner (TLS).
Tahapan yang dilakukan yaitu akusisi data, pengolahan data, dan analisis deformasi. Data berupa awan titik hasil pemindaian pada tahun 2012 dan 2015. Pengolahan data meliputi proses registrasi, filtering, georeferencing, dan meshing. Analisis deformasi dilakukan dengan cara mengurangkan model pada kala pertama (2012) dengan kala kedua (2015). Nilai deformasi yang diperoleh rata–rata sebesar -6,4 cm untuk penurunan tanah berupa longsoran atau amblesan dan 5,1 cm untuk kenaikan muka tanah berupa timbunan. Perubahan tersebut diakibatkan oleh keadaan lingkungan di sekitar kawah Gunung Talaga Bodas, akan tetapi hasil dari nilai perubahan yang diperoleh di beberapa titik masih dipengaruhi galat dari proses filtering dan meshing. Selain deformasi, pada tugas akhir ini juga dihasilkan analisis batuan penyusun kawah Gunung Talaga Bodas menggunakan data intensitas TLS.
Perpustakaan Digital ITB