Kebutuhan dekarbonisasi pada sektor industri penerbangan dan transportasi global
mendorong pergeseran pemanfaatan bahan bakar dan pelumas menuju produk
berbasis hayati yang berkelanjutan, seperti bioavtur atau bahan bakar penerbangan
berkelanjutan dan biopelumas. Minyak laurat memegang peranan strategis sebagai
bahan baku pembuatan senyawa biohidrokarbon rantai sedang tersebut. Selama ini
pasokan minyak laurat bertumpu pada minyak nabati komersial seperti minyak
kelapa dan minyak inti sawit, yang rentan memicu kompetisi pangan dan
pembukaan lahan. Larva lalat tentara hitam (Hermetia illucens) hadir sebagai
sumber minyak laurat nonpangan alternatif melalui prinsip ekonomi sirkular
biokonversi biomassa limbah organik. Kendati demikian, eksplorasi teknologi
ekstraksi mekanik yang aplikatif untuk skala komersial tanpa pelarut serta
pemahaman komprehensif mengenai dinamika variabel proses dan karakteristik
mutu kimianya masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari
pengaruh variabel proses terhadap perolehan minyak, menentukan kondisi operasi
terbaik ekstraksi mekanik menggunakan pengempa ulir, serta membandingkan
kinerjanya secara terpadu dengan metode ekstraksi berbasis pelarut.
Metode penelitian dilakukan melalui tiga pendekatan ekstraksi. Ekstraksi mekanik
dijalankan menggunakan pengempa ulir berpemanas pada variasi temperatur dan
waktu operasi. Sebagai pembanding laboratorium, ekstraksi Soxhlet dilakukan
menggunakan empat pelarut berbeda polaritas pada dua tingkat rasio padatan
terhadap pelarut, serta ekstraksi maserasi suhu ruang dengan variasi waktu
perendaman. Evaluasi proses dilakukan secara kuantitatif mencakup perolehan
massa, penutupan neraca massa, dan efisiensi ekstraksi relatif terhadap basis
kandungan minyak terekstraksi. Karakterisasi mutu produk diuji melalui penetapan
angka asam, angka peroksida, angka penyabunan, pengamatan visual pemisahan
fase, serta penafsiran kromatografi gas spektrometri massa terhadap komposisi
ester metil asam lemak.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur merupakan peubah pengendali
utama pada ekstraksi mekanik. Kenaikan temperatur meningkatkan perolehan
minyak secara teratur dari 22,61% pada 60 °C menjadi 34,71% pada 110 °C dengan efisiensi ekstraksi mencapai 78,7%. Sebaliknya, perpanjangan waktu pengempaan
pada temperatur 110 °C dari 45 menit menjadi 65 menit menurunkan perolehan
menjadi 32,35% akibat fenomena penyerapan kembali cairan ke dalam matriks
bungkil. Pada ekstraksi Soxhlet, rasio padatan terhadap pelarut berpengaruh nyata
terhadap perolehan massa dibandingkan jenis pelarut, dengan petroleum eter
menghasilkan perolehan tertinggi dan keterulangan terbaik sebesar 44,09% yang
ditetapkan sebagai basis acuan efisiensi. Berdasarkan basis tersebut, efisiensi
ekstraksi berturut-turut adalah Soxhlet sebesar 100%, pengempa ulir sebesar
78,7%, dan maserasi sebesar 65,7%. Pada analisis mutu kimia, polaritas pelarut
terbukti menjadi pemilah tunggal yang memengaruhi angka asam; pelarut polar
menghasilkan angka asam tinggi karena koekstraksi pengotor polar, sedangkan
pengempa ulir menghasilkan angka asam rendah berkisar 1,82 hingga 2,42 mg
KOH/g. Seluruh sampel uji menunjukkan angka peroksida di bawah ambang batas
kesegaran 10 mEq oksigen per kg minyak. Kromatogram spektrometri massa
mengonfirmasi sifat minyak laurat dengan kandungan asam laurat mencapai rerata
44,12% luas dan fraksi jenuh total melampaui 80%.
Kebaruan penelitian ini terletak pada pengungkapan bahwa pengepresan mekanik
larva utuh menghasilkan perolehan yang melampaui serbuk hasil penggerusan,
karena keterbentukan matriks padat berpori sangat krusial untuk membangun
tekanan kempa dan mencegah penyumbatan celah aliran fluida. Selain itu, kajian
ini mengungkap fenomena fraksinasi spontan pembentukan endapan stearin padat
pada suhu ruang yang membuka peluang separasi fraksi jenuh tinggi untuk rute
hidrotreating tanpa penambahan bahan kimia. Sumbangan hasil penelitian terhadap
khazanah ilmu pengetahuan adalah pembuktian bahwa pengempa ulir berpemanas
merupakan metode ekstraksi bebas pelarut yang layak secara teknis untuk skala
komersial, dengan profil asam lemak yang stabil serta mutu asam awal yang
mendukung integrasi hilirisasi industri bioavtur dan biopelumas.
Perpustakaan Digital ITB