COVER - Afrina Aulia Filzah
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 - Afrina Aulia Filzah
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 - Afrina Aulia Filzah
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 - Afrina Aulia Filzah
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 - Afrina Aulia Filzah
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 - Afrina Aulia Filzah
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
DAFTAR PUSTAKA - Afrina Aulia Filzah
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Natural rubber foam (NR foam) merupakan material seluler yang memiliki sifat ringan, elastis, dan mampu menyerap energi. Karakteristik NR foam dipengaruhi oleh struktur sel yang terbentuk selama proses foaming dan vulkanisasi. Hibrida silika-lignin (HSL) dari sekam padi berpotensi digunakan sebagai filler dalam NR karena mengandung silika dan lignin. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh HSL terhadap karakteristik vulkanisasi, struktur seluler, dan sifat mekanik NR dengan dan tanpa foaming agent. HSL digunakan dengan variasi 0, 10, 20, dan 30 parts per hundred rubber (phr), sedangkan azodicarbonamide (ADC) digunakan sebanyak 4 phr. Karakteristik vulkanisasi dianalisis menggunakan Moving Die Rheometer (MDR), sedangkan vulkanisasi dilakukan menggunakan compression molding pada temperatur 150 °C. Pada sistem tanpa foaming agent, peningkatan HSL dari 0 hingga 30 phr meningkatkan minimum torque (ML) sebesar 116,5%, tetapi menurunkan ?M sebesar 63,2% dan meningkatkan optimum cure time (tc90) dari 8:24 menjadi 30:41 menit. Peningkatan HSL juga meningkatkan ukuran sel dan heterogenitas struktur pada kadar filler tinggi. Compression strength menunjukkan pola yang berbeda antara sistem tanpa dan dengan foaming agent. Pada sistem tanpa foaming agent, compression strength meningkat sebesar 8,7% dari 0 hingga 10 phr HSL, kemudian menurun menjadi 52,22 kPa pada 30 phr, sedangkan pada sistem dengan foaming agent, compression strength menurun dari 163,01 kPa pada 0 phr menjadi 21,36 kPa pada 30 phr. Peningkatan HSL juga cenderung menurunkan kekerasan dan meningkatkan compression set.
Perpustakaan Digital ITB