digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Hilya Salsabila Aji Musthofa
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Ekosistem mangrove menyediakan sumber pakan, lokasi bersarang, tempat bertengger, dan perlindungan bagi berbagai jenis burung. Penelitian ini menganalisis komposisi vegetasi, struktur komunitas burung beserta hubungannya dengan vegetasi, serta status konservasi dan karakteristik ekologis burung (distribusi, feeding guild, dan tipe habitat) pada habitat regenerasi alami dan revegetasi hutan mangrove sekunder di area konsesi PT Kandelia Alam, Kalimantan Barat. Penelitian dilaksanakan pada Januari 2026 di 10 petak penelitian (5 revegetasi, 5 regenerasi alami) menggunakan metode plot kuadrat untuk vegetasi serta point count dan timed species count untuk burung. Data dianalisis menggunakan Non-metric Multidimensional Scaling (NMDS) dan Permutational Multivariate Analysis of Variance (PERMANOVA). Hasil menunjukkan bahwa habitat regenerasi alami didominasi Rhizophora apiculata dengan komposisi lebih beragam (7 spesies, 317 individu), sedangkan habitat revegetasi didominasi Bruguiera gymnorrhiza (3 spesies, 165 individu). Kelimpahan individu burung di habitat revegetasi (615 individu) jauh lebih tinggi daripada di habitat regenerasi alami (291 individu). Perbedaan ini didorong terutama oleh melimpahnya satu spesies nektarivor dominan, yaitu Leptocoma calcostetha, yang berisiko tercatat berulang tanpa penandaan individu. Meskipun demikian, kekayaan jenis, keanekaragaman Shannon, kemerataan, dan dominansi Simpson relatif setara antarhabitat. Hasil ordinasi NMDS menunjukkan petak-petak pada kedua tipe habitat cenderung membentuk kelompok yang terpisah, dengan posisi centroid yang tidak tumpang tindih, dan PERMANOVA menunjukkan tipe habitat berpengaruh signifikan terhadap komposisi komunitas burung (Pseudo-F = 3,35; R² = 29,5%; p = 0,01). Sebanyak 51 spesies burung teridentifikasi dan sebagian besar tergolong kategori Least Concern (86,3%). Tujuh spesies di antaranya berstatus konservasi penting (Endangered, Vulnerable, dan Near Threatened). Sebanyak 94,1% spesies burung bersifat residen. Feeding guild insektivora (39,2%) dan tipe generalis (82,4%) paling dominan. Secara keseluruhan, hasil mengindikasikan bahwa kedua tipe habitat berperan komplementer dalam mendukung komunitas burung, sehingga pengelolaan berkelanjutan perlu mengintegrasikan perlindungan habitat inti, restorasi vegetasi multispesies, dan pemantauan komunitas burung secara berkala.