ABSTRAK Naufal Raihan Hakim
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 1 Naufal Raihan Hakim
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 2 Naufal Raihan Hakim
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 3 Naufal Raihan Hakim
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 4 Naufal Raihan Hakim
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 5 Naufal Raihan Hakim
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 6 Naufal Raihan Hakim
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
PUSTAKA Naufal Raihan Hakim
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
LAMPIRAN Naufal Raihan Hakim
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)
dibentuk sebagai motor pengembangan ekonomi desa. Saat ini potensi keduanya
masih banyak menghadapi segala bentuk tantangan dan hambatan. KDMP sebagai
lembaga baru memiliki potensi untuk tumpang tindih dengan BUMDES. Di Desa
Sarimukti, Kabupaten Garut, kondisi ini menjadi lebih kompleks karena KDMP
dibentuk pada saat BUMDES Bakti Mandiri sedang berada dalam proses reaktivasi
kelembagaan, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana kondisi
kelembagaan membentuk pola relasi antara kedua lembaga dan implikasinya
terhadap potensi sinergi bagi pembangunan perdesaan. Untuk mengurai hal tersebut
penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi penguatan kelembagaan
ekonomi desa melalui sinergi antara BUMDES Bakti Mandiri dan Koperasi Desa
Merah Putih dalam mendukung pengembangan perdesaan di Desa Sarimukti,
Kabupaten Garut. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakanlah kerangka
Institutional Analysis Development (IAD) yang dituangkan ke dalam tiga sasaran
serta satu sasaran yang bersifat preskriptif, yaitu teridentifikasinya variabel
eksternal dalam relasi BUMDES-KDMP, teridentifikasinya arena aksi, dan
mengevaluasi hasil interaksi berdasarkan kriteria evaluatif serta merumuskan
strategi penguatan ekonomi desa melalui sinergi BUMDES dan KDMP.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif-preskriptif
dengan penalaran abduktif, dioperasionalkan melalui kerangka IAD dari
Ostrom(1995). Data primer dikumpulkan melalui wawancara terstruktur denganvi
narasumber dipilih dengan teknik purposive sampling yang dilanjutkan dengan
snowball, dilengkapi tinjauan dokumen kebijakan dan kelembagaan. Analisis
dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui reduksi-penyajian-penarikan
kesimpulan, pemetaan aktor menggunakan matriks kekuasaan-kepentingan
Mendelow’s, serta analisis kesenjangan untuk perumusan strategi.
Penelitian yang dilakukan menunjukkan BUMDES memiliki basis produksi dan
modal yang belum dapat diaktivasi akibat kekosongan kepemimpinan, sementara
KDMP memiliki akses distribusi namun belum memiliki modal dan lokasi gerai.
Analisis arena aksi memperlihatkan bahwa hanya tiga aktor yang relevan dalam
relasi ini dan tidak satu pun memiliki kapasitas sekaligus kewenangan untuk
membuka koordinasi, sehingga interaksi yang terjadi bersifat personal dan tidak
terlembaga. Evaluasi terhadap lima kriteria evaluatif menunjukkan bahwa
keduanya belum optimal bukan akibat konflik kepentingan, melainkan akibat
ketiadaan mekanisme koordinasi yang menghubungkan fungsi produksi BUMDES
dengan fungsi distribusi KDMP. Maka dibangunlah konsep pengembangan dan
strategi pengembangan yang mengusulkan bentuk hubungan koordinatifkomplementer. Strategi berfokus pada aktivasi operasional kedua lembaga,
penguatan kapasitas sumber daya manusia, penataan pembagian peran usaha, serta
pelembagaan bentuk hubungan kedalam bentuk yang formal sehingga terciptanya
arena sinergi sebagai ekosistem ekonomi desa yang kolaboratif, melekat, dan
berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB