digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Amanda Insanimuna
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Talas Beneng (Xanthosoma undipes) merupakan komoditas lokal unggulan Provinsi Banten yang memiliki potensi sebagai bahan baku bioindustri pangan dan nonpangan berorientasi ekspor. Namun, peluang tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena terdapat kesenjangan besar antara permintaan dan kemampuan pasokan. Permintaan ekspor daun rajangan kering mencapai sekitar 340 ton per bulan, sedangkan pasokan dari Provinsi Banten baru sekitar 18 ton per bulan atau 5,29% dari kebutuhan. Kondisi ini menunjukkan adanya permasalahan strategis berupa ketidakstabilan bahan baku dari petani, keterbatasan kapasitas pengolahan dan penyimpanan, belum optimalnya kontinuitas produksi, serta ketergantungan terhadap produk utama ekspor. Kajian sebelumnya mengenai Talas Beneng masih lebih banyak membahas aspek budidaya, potensi komoditas, dan rantai nilai secara deskriptif, sedangkan penelitian yang menghubungkan aktivitas internal perusahaan, lingkungan makro, nilai tambah produk, dan penentuan strategi prioritas secara kuantitatif masih terbatas. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi Porter Value Chain dan PESTLE dengan analisis nilai tambah, matriks IFE, EFE, IE, SWOT, serta QSPM dalam satu kerangka strategi pengembangan produk Talas Beneng berbasis bioindustri. Penelitian ini bertujuan menganalisis aktivitas penciptaan nilai dan nilai tambah produk, mengevaluasi faktor internal dan eksternal strategis, serta menentukan strategi prioritas pengembangan produk pada CV Unni Agri Banten. Penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan campuran (mixed methods). Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan kuesioner kepada pengambil keputusan utama perusahaan. Data dianalisis menggunakan Porter Value Chain, metode nilai tambah Hayami, PESTLE, matriks Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), Internal–Eksternal (IE), SWOT, dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa CV Unni Agri Banten menerapkan rantai nilai domestik yang relatif ringkas tanpa perantara, dengan petani sebagai pemasok bahan baku, perusahaan sebagai pengolah terintegrasi berbasis zero waste, dan buyer sebagai pembeli akhir. Pengolahan lima produk turunan Talas Beneng menghasilkan rasio nilai tambah sebesar 54,86%–75,00%, sedangkan daun rajangan kering sebagai produk ekspor utama memberikan tingkat keuntungan produsen sebesar 81,25%. Meskipun demikian, pemetaan aktivitas perusahaan menunjukkan bahwa stabilitas bahan III baku dan kapasitas pendukung masih menjadi bagian penting yang perlu diperkuat agar kontinuitas produksi dan pemenuhan permintaan dapat dipertahankan. Evaluasi lingkungan strategis menghasilkan skor IFE sebesar 3,53 dan EFE sebesar 3,58, yang menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kondisi internal yang kuat dan mampu merespons peluang eksternal dengan baik. Kekuatan utama perusahaan meliputi kualitas bahan baku, kompetensi sumber daya manusia, penerapan pengolahan zero waste, dan jaringan pemasaran internasional. Peluang utama berasal dari dukungan pemerintah, perkembangan pasar global, dan terbukanya akses ekspor. Hasil tersebut menempatkan perusahaan pada Sel I Matriks IE dengan posisi grow and build. Berdasarkan analisis QSPM terhadap sembilan alternatif strategi, tiga strategi prioritas yang ditetapkan adalah meningkatkan promosi dan penjualan produk turunan pada pasar lokal dengan nilai Total Attractiveness Score (TAS) sebesar 7,34, menerapkan sistem pre-order dengan uang muka 50% dengan TAS sebesar 7,20, serta memperkuat fasilitas penyimpanan dan budidaya sebagai buffer stock bahan baku dengan TAS sebesar 7,14. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan produk Talas Beneng perlu diawali dengan penguatan stabilitas pasokan, kapasitas penyimpanan, dan arus kas, disertai perluasan pasar bagi produk turunan sebelum perusahaan melakukan ekspansi ekspor secara lebih agresif. Secara ilmiah, penelitian ini memperluas kajian Biomanajemen dengan menunjukkan keterkaitan antara pengelolaan sumber daya hayati, penciptaan nilai, lingkungan strategis, dan pengambilan keputusan dalam pengembangan bioindustri lokal. Secara praktis, hasil penelitian memberikan dasar bagi CV Unni Agri Banten untuk mengurangi risiko operasional, mengoptimalkan sistem zero waste, memperluas sumber pendapatan, dan meningkatkan daya saing usaha secara berkelanjutan.