digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pelecehan seksual di transportasi umum dapat memengaruhi rasa aman dan mobilitas perempuan. Meskipun BRT Transjakarta telah memiliki berbagai instrumen pencegahan dan penanganan, penerapan, keterhubungan, dan evaluasi hasilnya belum seluruhnya merata. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pencegahan pelecehan seksual pada BRT Transjakarta berdasarkan persepsi ahli melalui evaluasi langkah yang telah berjalan, identifikasi faktor risiko, dan perumusan strategi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Wawancara melibatkan sembilan informan, termasuk lima ahli yang dipilih secara purposif berdasarkan keahlian di bidang transportasi inklusif dan responsif gender, perlindungan korban, advokasi hukum, serta perubahan norma sosial. Data dilengkapi dengan kuesioner ahli, observasi, dokumen, regulasi, dan literatur, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui reduksi, pengelompokan, triangulasi, dan sintesis. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan pada pengawasan, penerapan prosedur, kapasitas petugas, pelaporan dan pendampingan, pemantauan, serta keamanan rantai perjalanan. Teridentifikasi 22 faktor risiko yang terdiri atas 12 internal, enam eksternal, dan empat situasional, serta dirumuskan 14 strategi dalam sembilan bidang. Penguatan pencegahan direkomendasikan melalui sistem perlindungan berlapis sebelum, saat, dan setelah kejadian dengan mengintegrasikan tata kelola, SDM, operasi, desain, pelaporan, teknologi, komunikasi, evaluasi, dan layanan responsif gender.