digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pengelolaan bambu tali (Gigantochloa apus) di sekitar Kawasan Hutan Lindung Gunung Geulis perlu menyeimbangkan kebutuhan ekonomi masyarakat dan kelestarian ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aktivitas panen terhadap dinamika stok karbon bambu tali dan menentukan pola pemanenan yang optimal. Data diambil dari 54 plot pengamatan, yang terdiri atas 45 plot lahan panen aktif dan sembilan plot alami sebagai kontrol pembanding. Pengambilan sampel menggunakan metode stratified purposive sampling berdasarkan kelas kerapatan batang dan kelerengan lahan agar seluruh variasi kondisi tapak didapatkan. Data yang diambil di setiap plot meliputi diameter batang, kelas kerapatan batang, proporsi batang tua, luas basal area, frekuensi panen per tahun, intensitas panen terakhir, waktu jeda panen historis, elevasi, dan kelas kelerengan plot. Analisis data dimulai menggunakan algoritma Random Forest yang dilengkapi Explainable AI, yakni SHapley Additive exPlanations (SHAP) dan Partial Dependence Plot (PDP), untuk mengevaluasi pengaruh rata-rata variabel frekuensi panen per tahun, intensitas panen terakhir, waktu jeda panen historis, elevasi, dan kelas kelerengan terhadap stok karbon seplot. Setelah itu dipakai algoritma optimasi NSGA-II dan dilakukan integrasi antara Machine Learning dan mesin optimasi ini, dan dibangun dalam sebuah kerangka kerja System Analysis for Multi-Objective Optimization (SAMOO) dan diwujudkan dalam antarmuka Web Decision Support System (DSS). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa strategi panen memengaruhi dinamika stok karbon secara langsung. Perubahan rata-rata karbon terbesar dipengaruhi oleh frekuensi panen aktual (40,04 kg/plot), intensitas panen (30,85 kg/plot), dan waktu jeda panen (24,77 kg/plot). Kerangka optimasi SAMOO membuktikan bahwa rekomendasi panen bersifat spesifik lokasi (site-specific) menyesuaikan kapasitas aktual masing-masing tegakan. Evaluasi kesenjangan menemukan bahwa praktik panen masyarakat saat ini menghasilkan total panen sebesar 3.620,2 kg dengan sisa stok karbon 5.592,2 kg. Web DSS merekomendasikan batas total panen diturunkan menjadi 2.948,7 kg, sehingga penurunan ini akan meningkatkan stok karbon ekosistem pada area aktif tersebut menjadi 6.290,4 kg. Integrasi dengan Web ini menyediakan alat bantu keputusan operasional yang lebi mudah diakses.