digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Dwaldes Bernad
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

COVER - Dwaldes Bernad
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

BAB 1 - Dwaldes Bernad
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

BAB 2 - Dwaldes Bernad
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

BAB 3 - Dwaldes Bernad
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

BAB 4 - Dwaldes Bernad
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

BAB 5 - Dwaldes Bernad
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi


Pulau Panjang di Kabupaten Serang, Banten, merupakan wilayah terisolasi dari sistem kelistrikan Jawa dan masih bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Kondisi ini menyebabkan biaya operasional yang tinggi, risiko keandalan sistem, serta menimbulkan dampak lingkungan dari emisi bahan bakar fosil. Penelitian ini bertujuan untuk merancang strategi optimasi biaya dan keandalan sistem kelistrikan Pulau Panjang melalui integrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan sistem hibrida PV–Diesel yang dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS). Metode penelitian dilakukan dengan simulasi teknis menggunakan PVsyst untuk perhitungan potensi energi surya dan produksi listrik, serta HOMER Pro untuk optimasi konfigurasi sistem dan analisis keekonomian. Hasil simulasi menunjukkan bahwa konfigurasi PLTD + PV + BESS (900 kWp PV + 23×115 kWh BESS) mampu menurunkan Levelized Cost of Electricity (LCOE) dari Rp 3.698/kWh menjadi Rp 2.901/kWh, mengurangi konsumsi bahan bakar dari 340.540 liter menjadi hanya 28.419 liter per tahun, serta menekan emisi karbon hingga 92%. Dari sisi keekonomian, sistem ini memberikan Payback Period 7,1 tahun dengan Internal Rate of Return (IRR) 12,1%, sehingga layak diterapkan oleh PT PLN (Persero). Dengan demikian, penerapan sistem hibrida PV–Diesel–BESS dapat menjadi strategi yang menjanjikan untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik sekaligus mendukung transisi menuju energi berkelanjutan di Pulau Panjang.