2026_SK_PP_Sakti Reisnanda Pramudya_19022238_Full Text
PUBLIC Open In Flipbook Wiwik Istiyarini
Pertumbuhan industri esports di Indonesia telah meningkatkan persaingan antar liga profesional
serta menciptakan tantangan terkait fragmentasi audiens, kejenuhan konten, dan keberlanjutan
engagement jangka panjang. Meskipun MPL Indonesia masih menjadi turnamen esports dengan
jumlah penonton tertinggi di Asia Tenggara, kejenuhan audiens, repetisi format konten, dan
perubahan perilaku konsumsi digital berpotensi mengancam loyalitas audiens dan brand
resonance. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi branding MPL
Indonesia dalam mempertahankan posisinya sebagai turnamen esports nomor satu di Indonesia.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur dengan 15
partisipan yang terdiri dari pihak internal, penonton aktif, dan penonton non-aktif MPL Indonesia.
Data dianalisis menggunakan thematic analysis dengan bantuan NVivo. Penelitian ini juga
mengintegrasikan Customer-Based Brand Equity (CBBE), VRIO framework, Porter’s Five
Forces, SWOT analysis, dan TOWS Matrix untuk memperkuat evaluasi strategis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keunggulan kompetitif MPL Indonesia didukung oleh
entertainment and media strategy, institutional professionalism, serta emotional community
engagement. Kualitas produksi, storytelling dalam siaran, dan komunitas penggemar berbasis tim
berkontribusi terhadap brand salience dan audience engagement. Namun, penelitian ini juga
menemukan tantangan berupa repetisi format kompetisi, fragmentasi konsumsi digital, serta
meningkatnya persaingan dari platform hiburan digital lainnya. Penelitian ini menyimpulkan
bahwa MPL Indonesia perlu memperkuat storytelling pada level liga, terus berinovasi dalam
penyajian konten, serta mengembangkan strategi engagement lintas platform untuk
mempertahankan loyalitas audiens dan brand resonance dalam jangka panjang.
Kata kunci: MPL Indonesia, strategi branding, pemasaran esports, brand equity, audience
engagement, komunikasi digital.
Perpustakaan Digital ITB