ABSTRAK Rasis Syauqi Buldan
Terbatas Irwan Sofiyan
» ITB
Terbatas Irwan Sofiyan
» ITB
Penggunaan dan riset produk pesawat tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicle
(UAV) sedang mengalami peningkatan secara pesat hingga 300% untuk nilai pasar
dan 14% untuk jumlahnya per tahun. Namun jumlah kecelakaan yang melibatkan
UAV diketahui 100 kali lebih sering terjadi dibandingkan pesawat berawak, dimana
50% dari kecelakaan yang melibatkan UAV tersebut disebabkan oleh kerusakan
internal dari mesin UAV. Kegagalan sistem propulsi merupakan kerusakan internal
mesin UAV yang paling sering terjadi, dengan komponen utamanya adalah motor.
Kerusakan pada motor UAV yang baru diketahui setelah kerusakan terjadi
membuat down-time dari UAV besar dan menimbulkan kerugian waktu serta biaya.
Oleh karena itu, penting untuk pengguna UAV mengetahui kondisi dan estimasi
waktu kerusakan dari motor UAV.
Tugas akhir ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pemantauan UAV yang
dapat mengestimasi keadaan dan memprediksi kerusakan dari motor UAV, dengan
menerapkan metode predictive maintenance dan digital twin yang berbasis
pembelajaran mesin. Modifikasi pada UAV dilakukan dengan penambahan sensor
vibrasi sebagai parameter sistem pemantauan, yang kemudian diolah dengan teknik
analisa sinyal vibrasi untuk menghasilkan fitur statistik yang dapat menunjukkan
proses degradasi motor. Fitur statistik kemudian diolah dengan Principal
Component Analysis (PCA) dan Exponential Weighted Mean (EWM) untuk
didapatkan nilai satu dimensi yang menyatakan indikator kesehatan motor. Model
estimasi keadaan motor sedang normal/abnormal dan model prediksi indikator
kesehatan motor UAV dikembangkan dengan metode Jaringan Syaraf Tiruan (JST)
dengan pendekatan Long Short-Term Memory (LSTM) karena kemampuannya
untuk mempelajari data yang berkaitan dengan waktu dan menghasilkan waktu
prediksi kerusakan atau Remaining Useful Life (RUL) dari motor UAV sesuai
dengan kaidah predictive maintenance. Model estimasi vibrasi dari motor juga
dikembangkan sebagai penerapan teknik digital twin dan prospek pengembangan
sistem pemantauan untuk tidak perlu melakukan modifikasi penambahan sensor
pada UAV lagi kedepannya.
Sistem pemantauan yang terdiri dari tiga model komputasi utama dengan sebuah
antarmuka berbasis web telah dibangun berdasarkan data vibrasi dan PWM yang
diakuisisi dari Parrot AR Drone 2.0 dalam mode hover. Total lebih dari 350.000
sampel data kemudian diolah menjadi fitur statistik domain waktu dan 20% nya
dipisahkan untuk data validasi pengujian model. Model estimasi keadaan motor
memiliki nilai akurasi pada data validasi sebesar 95,5% dan skor F1 sebesar 95,7%.
Model prediksi indikator kesehatan motor memiliki galat RMSE sebesar 17% dan
rata-rata galat 2,7 menit untuk prediksi RUL. Model estimasi vibrasi motor turut
dibangun dengan LSTM dengan masukan PWM dan keluaran fitur statistik dari
vibrasi motor, dengan rata-rata RMSE 1,3192 untuk 5 fitur statistik domain waktu
dari vibrasi motor UAV.
Perpustakaan Digital ITB