DIMAS MUHAMMAD SAPUTRA TANJUNG
EMBARGO  2029-09-25 
EMBARGO  2029-09-25 
DIMAS MUHAMMAD SAPUTRA TANJUNG
EMBARGO  2029-09-25 
EMBARGO  2029-09-25 
DIMAS MUHAMMAD SAPUTRA TANJUNG
EMBARGO  2029-09-25 
EMBARGO  2029-09-25 
DIMAS MUHAMMAD SAPUTRA TANJUNG
EMBARGO  2029-09-25 
EMBARGO  2029-09-25 
DIMAS MUHAMMAD SAPUTRA TANJUNG
EMBARGO  2029-09-25 
EMBARGO  2029-09-25 
DIMAS MUHAMMAD SAPUTRA TANJUNG
EMBARGO  2029-09-25 
EMBARGO  2029-09-25 
Metode peningkatan perolehan minyak melalui injeksi kimia (Chemical Enhanced Oil
Recovery, CEOR) menghadapi tantangan berupa keterbatasan kinerja surfaktan konvensional
pada kondisi reservoir dengan salinitas dan suhu yang tinggi. Kondisi tersebut mendorong
pengembangan aditif yang mampu meningkatkan kinerja surfaktan dalam menurunkan
tegangan antarmuka (TAM) untuk memfasilitasi mobilisasi minyak yang terperangkap di poripori
batuan. Cairan ion berbasis imidazolium dilaporkan memiliki toleransi yang baik terhadap
suhu tinggi, salinitas tinggi, serta sifatnya yang cenderung amfifilik menjadikannya kandidat
yang baik sebagai zat aditif dalam metode CEOR. Tujuan penelitian ini adalah menyintesis
senyawa cairan ion imidazolium berbantuan gelombang mikro atau Microwave-Assisted
Organic Synthesis (MAOS) yang dapat mengefektifkan proses sintesisnya, untuk digunakan
sebagai aditif guna menurunkan tegangan TAM sistem larutan NaCl(aq)?SDS (sodium
dodecyl sulfate)?n-dekana. Minyak n-dekana digunakan karena termasuk dalam senyawa
karbon rantai pendek yang masih jarang diteliti untuk aplikasi cairan ion sebagai aditif dalam
menurunkan tegangan antarmuka. Dalam penelitian ini disintesis beberapa cairan ion, yaitu
[BMIm]Cl (1-butil-3-metilimidazolium klorida), [HMIm]Br (1-heksil-3-metilimidazolium
bromida), [OMIm]Br (1-oktil-3-metilimidazolium bromida), [DMIm]Br (1-desil-3-
metilimidazolium bromida), dan [DDMIm]Br (1-dodesil-3-metilimidazolium bromida)
menggunakan metode MAOS dengan rendemen secara berturut-turut sebesar 97, 99, 92, 94,
dan 93%. Struktur semua cairan ion yang disintesis telah dikonfirmasi menggunakan
spektroskopi Fourier-transform infrared (FTIR) dan Nuclear Magnetic Resonance (NMR)
yang mencakup ¹H-NMR dan ¹³C-NMR. Pengujian kombinasi SDS dan cairan ion berbasis
imidazolium dengan rasio 1:1 (b/b) pada sistem larutan NaCl 5000 ppm?n-dekana untuk
mengevaluasi kinerja penurunan TAM. Semua cairan ion yang digunakan dalam penelitian ini
mampu bersinergi dengan SDS dalam menurunkan TAM. Formulasi optimum diperoleh pada
kombinasi SDS?[DDMIm]Br dengan konsentrasi 2000 ppm yang mampu menurunkan
tegangan antarmuka hingga ultra rendah mencapai 5,958× 10????????mN/m. Pada deret cairan ion
bromida, peningkatan panjang rantai alkil menunjukkan kecenderungan peningkatan
kemampuan menurunkan TAM. Hasil ini menunjukkan bahwa cairan ion berbasis
imidazolium, khususnya [DDMIm]Br pada kondisi pengujian, berpotensi digunakan sebagai
aditif SDS untuk menurunkan TAM pada sistem model larutan NaCl?n-dekana.
Perpustakaan Digital ITB