Bandara Kalimarau merupakan bandara dual-use yang menangani 5.384 penerbangan sipil dan 424 operasi militer per tahun, sehingga memiliki risiko runway incursion yang signifikan bila koordinasi tidak diatur secara ketat. Penelitian ini mengidentifikasi kelemahan kritis pada dokumen eksisting, karena koordinasi sipil-militer masih bergantung pada kesepakatan umum tanpa definisi jarak aman, kriteria pemisahan waktu, dan prosedur penanganan konflik yang baku. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method sequential explanatory dengan tiga fase. Fase pertama menganalisis tiga studi kasus internasional menggunakan Swiss Cheese Model untuk mengungkap pola kegagalan berlapis, fase kedua menjalankan enam skenario simulasi BlueSky, dan fase ketiga melakukan triangulasi untuk menilai konsistensi antara temuan kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif menemukan lima faktor dominan penyebab runway incursion, yaitu komunikasi implisit, hilangnya kesadaran situasional, celah prosedural dalam dokumen, beban kerja pengontrol yang tinggi, dan minimnya dukungan teknologi deteksi konflik. Simulasi kuantitatif menunjukkan bahwa skenario safe menghasilkan peningkatan Closest Point of Approach (CPA) hingga lebih dari sepuluh kali lipat, penurunan frekuensi konflik lebih dari 90 persen, pengurangan Detection time, dan eliminasi kejadian loss of separation, dengan perbedaan signifikan dibandingkan skenario baseline. Triangulasi menegaskan bahwa kombinasi intervensi prosedural dan teknologi bertahap yang diterapkan di Changi dapat diadaptasi untuk konteks Kalimarau. Berdasarkan gap analysis, penelitian ini menyusun draft protokol Letter of Operational Coordination Agreement (LOCA) baru yang mencakup prosedur hold-short 50 meter dari runway, manajemen kedatangan sekuensial dengan pemisahan 5 menit, fraseologi eksplisit dengan three-part readback dan frasa khusus penyeberangan, peta jalan implementasi bertahap teknologi, serta pembentukan runway safety team lintas lembaga. Kontribusi utama penelitian adalah kerangka integrasi studi kasus dan simulasi untuk perancangan protokol pencegahan runway incursion berbasis bukti pada bandara dual-use, yang dapat direplikasi di bandara penggunaan bersama lain di Indonesia.
Perpustakaan Digital ITB