digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Faiq Habibullah
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Kebakaran lahan merupakan salah satu sumber emisi polutan atmosfer yang dapat menurunkan kualitas udara. Proyek ini bertujuan memodelkan distribusi karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO?), dan sulfur dioksida (SO?) akibat kebakaran lahan di Kabupaten Serang pada 2 November 2019 menggunakan model Weather Research and Forecasting with Chemistry (WRF-Chem), serta mengevaluasi kinerja model menggunakan data observasi BMKG dan satelit Sentinel-5P TROPOMI. Simulasi dilakukan pada 1–3 November 2019 menggunakan data reanalisis ERA5 serta inventaris emisi Fire INventory from NCAR (FINN) versi 1.5 dan 2.5. Hasil simulasi menunjukkan bahwa konsentrasi tertinggi CO, NO?, dan SO? masing masing sebesar 6,60, 0,14 dan 0,014 ppmv. berada di sekitar hotspot di Kecamatan Cikande dan menyebar ke arah tenggara mengikuti angin permukaan. Distribusi vertikal menunjukkan bahwa polutan didominasi pada lapisan atmosfer dekat permukaan dengan ketinggian sebesar 100-150 m hingga 300-400 m, sedangkan jarak persebaran konsentrasi sebesar 2,78 km hingga 5,5 km. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa WRF-Chem mampu merepresentasikan temperatur (R = 0,884) dan kelembapan relatif (R = 0,841) dengan korelasi kuat, serta kecepatan angin dengan korelasi sedang (R = 0,425). Dibandingkan dengan data TROPOMI, simulasi NO? menunjukkan korelasi sedang (R = 0,447), CO berkorelasi lemah (R = 0,378), sedangkan SO? belum menunjukkan korelasi yang baik (R = 0,161). Secara keseluruhan, WRF-Chem mampu merepresentasikan pola umum distribusi polutan akibat kebakaran lahan di Kabupaten Serang.