Kebakaran lahan merupakan salah satu sumber emisi polutan atmosfer yang dapat
menurunkan kualitas udara. Proyek ini bertujuan memodelkan distribusi karbon
monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO?), dan sulfur dioksida (SO?) akibat
kebakaran lahan di Kabupaten Serang pada 2 November 2019 menggunakan model
Weather Research and Forecasting with Chemistry (WRF-Chem), serta
mengevaluasi kinerja model menggunakan data observasi BMKG dan satelit
Sentinel-5P TROPOMI.
Simulasi dilakukan pada 1–3 November 2019 menggunakan data reanalisis ERA5
serta inventaris emisi Fire INventory from NCAR (FINN) versi 1.5 dan 2.5. Hasil
simulasi menunjukkan bahwa konsentrasi tertinggi CO, NO?, dan SO? masing
masing sebesar 6,60, 0,14 dan 0,014 ppmv. berada di sekitar hotspot di Kecamatan
Cikande dan menyebar ke arah tenggara mengikuti angin permukaan. Distribusi
vertikal menunjukkan bahwa polutan didominasi pada lapisan atmosfer dekat
permukaan dengan ketinggian sebesar 100-150 m hingga 300-400 m, sedangkan
jarak persebaran konsentrasi sebesar 2,78 km hingga 5,5 km.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa WRF-Chem mampu merepresentasikan
temperatur (R = 0,884) dan kelembapan relatif (R = 0,841) dengan korelasi kuat,
serta kecepatan angin dengan korelasi sedang (R = 0,425). Dibandingkan dengan
data TROPOMI, simulasi NO? menunjukkan korelasi sedang (R = 0,447), CO
berkorelasi lemah (R = 0,378), sedangkan SO? belum menunjukkan korelasi yang
baik (R = 0,161). Secara keseluruhan, WRF-Chem mampu merepresentasikan pola
umum distribusi polutan akibat kebakaran lahan di Kabupaten Serang.
Perpustakaan Digital ITB