Erosi pantai merupakan masalah krusial yang mengancam kawasan pesisir dan berpotensi menimbulkan kerugian untuk: masyarakat pesisir. Salah satu aspek penting dalam perlindungan pantai adalah kemampuan struktur tanggul dalam menahan aliran run-up gelombang, yang secara langsung berkaitan dengan potensi terjadinya overtopping. Penelitian inimenganalisis dan membandingkan efektivitas struktur ramah lingkungan berbahan sabut kelapa, Prosapa, dengan struktur konvensional Tetrapod, dalam menahan aliran run-up berdasarkan hasil uji laboratorium fisik di Laboratorium Teknik Kelautan Institut Teknologi Bandung. Uji dilakukan pada berbagai variasi amplitudo, frekuensi, dan kemiringan lereng pantai untuk: memperoleh karakteristik gelombang serta nilai run-up masingĀ masing struktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi aliran run-up pada Prosapa umumnya lebih rendah 0,2-2,8 em dibandingkan Tetrapod di hampir semua kondisi, dengan efektivitas struktur menahan tinggi aliran run-up Prosapa mencapai 77o/cr-95% pada slope 1:1 dan 71%-90% pada slope 1:2. Sementara itu, tidak terindikasi terjadinya overtopping pada kedua struktur selama pengujian. Temuan ini menegaskan bahwa Prosapa dapat menjadi alternatif efektif dan ramah lingkungan dalam menahan aliran run-up gelombang sekaligus meminimalkan risiko overtopping pada perlindungan pesisir.
Perpustakaan Digital ITB