BAB 1 Agung Cristianto Sihite
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Agung Cristianto Sihite
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Agung Cristianto Sihite
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Agung Cristianto Sihite
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Agung Cristianto Sihite
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
DAFTAR PUSTAKA - Agung Cristianto Sihite
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Ventilasi merupakan komponen penting untuk menjamin kesehatan dan
keselamatan kerja dalam operasi tambang bawah tanah, khususnya dalam
mengendalikan penyebaran gas berbahaya pada jaringan ventilasi yang umumnya
memiliki geometri kompleks. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan
melakukan validasi terhadap metode simulasi transport gas perunut pada jaringan
ventilasi tambang bawah tanah menggunakan pendekatan konvolusi berbasis nodal
(Forward Convolution) dengan asumsi koefisien dispersi efektif seragam,
kemudian menerapkan model tersebut untuk mensimulasikan skenario continuous
release. Model yang digunakan dikembangkan dari solusi analitik persamaan
adveksi–dispersi satu dimensi untuk injeksi impuls, dengan memandang setiap
airway sebagai sistem linear time-invariant (LTI), sehingga respons konsentrasi
terhadap profil injeksi apa pun dapat diperoleh melalui operasi konvolusi tanpa
perlu menghitung ulang solusi persamaan diferensial untuk setiap rute aliran yang
mungkin terjadi. Validasi model dilakukan melalui proses history matching
terhadap data lapangan pulse release gas perunut sulfur heksafluorida (SF6) pada
tiga skema pengukuran, yaitu Inlet Harutori dan Inlet Daini (Tambang Batubara
Kushiro, Jepang) serta Tambang Emas Pongkor, Indonesia. Hasil validasi yang
diambil merupakan hasil validasi dengan nilai RMSE paling kecil dari koreksi nilai
A dan E dengan nilai RMSE Tambang Batubara Kushiro sebesar 0.0063 ppm untuk
inlet Harutori dan 0.0039 ppm untuk inlet Daini, serta untuk Tambang Emas
Pongkor didapat nilai RMSE sebesar 0.1570 ppm . Model yang telah tervalidasi
selanjutnya diterapkan pada empat variasi skenario continuous release kontinu
dengan variasi volume pelepasan, durasi pelepasan, dan durasi pemantauan pada
kedua jaringan ventilasi, menghasilkan profil konsentrasi dan waktu tiba (arrival
time) gas yang responsif secara konsisten terhadap parameter kebocoran, dengan
neraca massa terjaga dengan sangat baik sebesar 100%. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa metode Forward Convolution berbasis fungsi respons impuls
mampu memprediksi distribusi konsentrasi dan waktu tiba gas pada jaringan
ventilasi tambang dengan baik untuk skenario pulse release maupun kebocoran
kontinu, sehingga berpotensi menjadi alat bantu bagi engineer ventilasi dalam
mendukung penempatan sensor gas, evaluasi sistem ventilasi, dan penyusunan
strategi tanggap darurat.
Perpustakaan Digital ITB