digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Semakin berkurangnya energi fosil berbanding terbalik dengan permintaan energi yang semakin bertambah. Banyak inovasi dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut baik mencari sumber energi baru atau memaksimalkan peralatan yang sudah ada dalam menggunakan bahan bakar. Salah satu peralatan yang dimaksimalkan adalah kendaran bermotor. Berdasar latar belakang tersebut, diadakan kompetisi yang bertujuan untuk menghasilkan kendaraan yang hemat energi yaitu Shell Eco Marathon (SEM). Institut Teknologi Bandung diwakili oleh salah satu tim yaitu Rakata yang ikut berpartisipasi sejak tahun 2010. Ada beberapa cara yang dilakukan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar diantaranya adalah mengurangi gaya hambat udara pada badan kendaraan yang mana pengurangan gaya hambat akan berdampak pada berkurangnya beban kerja mesin sehingga diharapkan konsumsi bahan bakar berkurang. Simulasi dilakukan terhadap bentuk badan kendaraan Rakata yang dipakai pada kompetisi SEM Asia 2012 dan diperoleh Coefficient of Drag (Cd) dan Coefficient of Lift (Cl) kendaraan sebesar 0,24 dan -0,06. Nilai Cd tersebut tergolong besar apabila dibandingkan dengan transportasi massal lainnya. Oleh karena itu dilakukan modifikasi berdasarkan hasil analisis tersebut. Setelah dilakukan beberapa kali modifikasi, badan kendaraan baru yang bentuknya lebih streamline dihasilkan. Dari hasil simulasi didapatkan bahwa Cd dan Cl dari kendaraan sebesar 0,105 dan -0,14. Besar Cd dan Cl pada bentuk kendaraan terakhir cukup bagus untuk mengikuti kompetsi SEM Asia 2013.