digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

COVER I Gusti Gde Ngurah Arya Kelakan
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 1 I G G N Arya Kelakan
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 2 I G G N Arya Kelakan
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 3 I G G N Arya Kelakan
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 4 I G G N Arya Kelakan
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza


PUSTAKA I G G N Arya Kelakan
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

Pasar broadband Indonesia tengah terdistrupsi: layanan satelit orbit rendah (LEO) ritel hadir bersamaan dengan Fixed–Mobile Convergence (FMC), ekspansi serat optik, serta 4G/5G Fixed Wireless Access. Tesis ini mengevaluasi ketangguhan Telkomsel apabila Starlink beroperasi ritel pada skala luas, dengan implikasi pada struktur harga, ekspektasi mutu, ekonomi cakupan jaringan, dan tuntutan paritas regulasi (pajak, TKDN, tata kelola data, dan kewajiban layanan). Pendekatan scenario planning berbasis mixed-methods digunakan melalui tujuh tahapan ringkas: perumusan masalah, perancangan instrumen dan pengumpulan data (wawancara semi-terstruktur dengan pimpinan Telkomsel, praktisi enterprise, pakar hukum, ekonom; serta survei publik), pemetaan dampak–ketidakpastian, konstruksi serta stress test skenario, penurunan opsi, dan perumusan indikator peringatan dini beserta triggers. Ruang skenario dibatasi oleh asumsi penegakan perizinan dan kesejajaran kewajiban, kurva harga perangkat/jasa, kapasitas–latensi LEO serta ketahanan rain-fade di iklim tropis, dan elastisitas harga konsumen. Dua ketidakpastian kritis menonjol: penerapan kebijakan ritel satelit (cakupan/paritas/kepatuhan lokal) serta adopsi– keterjangkauan pelanggan; persilangannya menghasilkan empat masa depan kredibel untuk 2026– 2031. Temuan utama: Telkomsel paling siap ketika memimpin integrasi berbasis kemitraan di bawah satu SLA; mempercepat bundel FMC dengan opsi satellite backhaul untuk wilayah sulit-layanan; memperluas pembiayaan perangkat dan paket bertingkat; menstandar paket enterprise (SD- WAN/backup) serta maritim/logistik; melembagakan regulatory engagement untuk mengamankan paritas; dan mengoperasikan trigger-based cockpit guna memantau tonggak kebijakan, kapasitas/harga LEO, adopsi–churn, kurva biaya terminal, serta kesenjangan QoS. Langkah no- regrets mencakup penguatan jaminan SLA, playbook instalasi/onboarding cepat, dan bundling yang menekankan reliabilitas. Implementasi diikat oleh matriks aktivasi (opsi × tripwire) dan ritme tata kelola (tinjauan triwulanan, pengecekan sinyal bulanan). Kontribusi tesis ini adalah playbook ringkas dan actionable yang mengaitkan skenario dengan keputusan bertenggat, mengintegrasikan dimensi regulasi, ekonomi, dan teknis, serta menunjukkan bagaimana ketidakpastian dikonversi menjadi nilai opsi—bukan sekadar respons defensif.