digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

File Abstrak Tesis
PUBLIC Open In Flipbook Abdhiany Murtiawaty, A.Md

Rotasi diferensial Rotasi diferensial Matahari adalah perbedaan laju rotasi permukaan Matahari terhadap lintang heliografik, di mana bintik ekuator berotasi lebih cepat daripada lintang tinggi, dan dapat ditentukan melalui pelacakan posisi bintik (sunspot tracking). Penelitian ini menentukan karakteristik rotasi diferensial Matahari berdasarkan bintik bermorfologi sederhana (tipe ? dan ?), melalui pelacakan 16 Active Region (AR) yang menghasilkan 120 data pengamatan pada lintang heliografis -32° hingga +22° selama September 2021-November 2025, menggunakan citra SDO/HMI kontinuum via JHelioviewer. Posisi lintang-bujur tiap bintik dicatat manual dalam koordinat Carrington pada waktu pengamatan berurutan, lalu laju rotasi sideris harian dihitung dari perubahan bujur terhadap waktu. Regresi linier (LINEST, Excel) diterapkan mengikuti bentuk ?(?) = A + B sin²?. Regresi gabungan menghasilkan ?(?) = (14,242 ± 0,046) ? (0,078 ± 0,363) sin²(?) °/hari, serta model linier ? = 14,257 ? 0,0013(?)°/hari. Laju rotasi ekuator 14,242°/hari setara periode sideris ±25,28 hari, sesuai studi tracer bintik dan magnetogram (14,25–14,55°/hari). Koefisien B (-0,078°/hari) menunjukkan penurunan kecepatan rotasi terhadap lintang, lebih kecil dari penelitian terdahulu (-1,68 hingga -2,96°/hari), akibat data terbatas di lintang rendah-menengah. Beberapa bintik menunjukkan kecepatan melebihi laju acuan Carrington (14,844°/hari), tertinggi 16,61°/hari pada AR13149, terkait proper motion akibat flux emergence. Metode ini berhasil mengidentifikasi pola rotasi diferensial secara empiris, meski dipengaruhi data terbatas dan variasi gerak diri bintik.