Menurut data dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk tahun 2024, Bandar Lampung memiliki 1.161 sekolah, yang terdiri dari 244 sekolah negeri dan 917 sekolah swasta. Meskipun jumlah sekolah yang banyak, data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bandar Lampung menunjukkan bahwa 22,7% penduduk kota tersebut tidak bersekolah.
Dengan jumlah sekolah yang semakin banyak di Bandar Lampung, lembaga pendidikan menghadapi persaingan yang meningkat untuk mengembangkan strategi pemasaran yang efektif guna menarik dan mempertahankan siswa. Sekolah Alam Lampung, yang mayoritas siswanya berasal dari kota ini, harus memperbaiki strategi pemasarannya untuk menonjolkan keunggulan kompetitif dan proposisi penjualannya yang unik.
Sekolah Alam Lampung telah mengidentifikasi tantangan dalam sistem pemasaran yang ada, yang berdampak pada rendahnya kesadaran merek. Tesis ini bertujuan untuk mengatasi masalah ini dan meningkatkan sistem yang ada untuk meningkatkan jumlah pendaftaran. Oleh karena itu, Sekolah Alam Lampung menghadapi tantangan dan tujuan baru dalam upayanya untuk berkembang di masa depan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, yang memanfaatkan analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif akan menggunakan statistik deskriptif dari survei online, sementara analisis kualitatif akan menggabungkan alat pemasaran strategis seperti Analisis SWOT, Marketing Mix (7Ps), Value Proposition Canvas Customer Persona, Analisis PESTEL, Porter’s Five Forces, STP (Segmentasi, Penargetan, dan Posisi), dan Perceptual Map. Setelah menganalisis faktor internal dan eksternal, strategi Integrated Marketing Communication (IMC) akan dikembangkan. Pengumpulan data akan melibatkan data primer dan sekunder, yang kemudian akan melalui tahapan pembersihan data, transformasi, dan interpretasi.
Berdasarkan analisis, ditemukan bahwa SAL menghadapi tantangan dalam meningkatkan kesadaran merek dan menarik orang tua calon siswa. Hasil survei dan wawancara mengungkapkan bahwa sebagian besar orang tua tidak begitu familiar dengan keunggulan SAL, dengan 59% hanya sedikit familiar dan tidak begitu familiar. Selain itu, 75% responden melaporkan bahwa mereka belum pernah melihat atau berinteraksi dengan konten pemasaran SAL. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan pemasaran SAL belum optimal dalam menjangkau pasar sasaran. Namun, 53,6% responden menyatakan keterbukaan untuk mempertimbangkan SAL bagi anak-anak mereka, yang menunjukkan adanya ruang yang signifikan untuk perbaikan bagi SAL. Analisis juga menunjukkan bahwa orang tua sangat menghargai faktor-faktor seperti kurikulum, nilai-nilai agama, dan reputasi akademik ketika memilih sekolah untuk anak-anak mereka. Pendidikan berbasis bakat di SAL dianggap sangat relevan oleh responden, dengan 88,8% menilai hal tersebut sebagai penting hingga sangat penting. Faktor-faktor ini memberikan dasar yang kuat untuk memposisikan sekolah sebagai pilihan yang unggul dan holistik.
IMC dapat membantu Sekolah Alam Lampung mengatasi tantangan pemasaran yang dihadapinya. Dengan menerapkan strategi IMC seperti kampanye media sosial, seri video promosi, acara open house sekolah, iklan digital yang terarah, optimasi situs web, konten interaktif, dan brosur cetak serta digital, sekolah dapat meningkatkan kesadaran mereknya dan secara konsisten menyampaikan pesan yang diinginkan.
Berdasarkan hasil tesis ini, untuk meningkatkan kesadaran merek Sekolah Alam Lampung, SAL dapat menerapkan rekomendasi berikut: merujuk pada IMC untuk Kegiatan Pemasaran dan Rencana Implementasi. Sekolah Alam Lampung perlu mengimplementasikan IMC yang telah dikembangkan untuk menyampaikan pesan yang konsisten melalui berbagai saluran pemasaran. Untuk mengimplementasikan IMC yang telah dikembangkan, diperlukan tambahan personel pemasaran untuk Sekolah Alam Lampung. Dalam menyampaikan pesan kepada audiens sasaran, Sekolah Alam Lampung harus secara konsisten menyoroti kekuatannya dalam setiap konten pemasaran. Setelah diterapkan, kegiatan pemasaran juga harus dipantau dan dievaluasi untuk melihat kinerjanya.
Perpustakaan Digital ITB