digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

2026 SK PP Final Project Aliyah Mauraputri Hermawan Ismail_19223061
Terbatas  Jufrizal Effendi, S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

PT Kuwera Jaya Nusantara adalah penyedia jasa facility management berbasis B2B di Indonesia sejak 1978. Pendapatan tumbuh stabil dari IDR 36.2 miliar (2021) menjadi IDR 71.7 miliar (2025), namun kondisi keuangan justru melemah: margin kotor turun dari 23% ke 13%, margin bersih tinggal 1%, rasio lancar di bawah angka aman (0.91x), dan rasio utang terhadap ekuitas naik ke 1.29x, sementara beban bunga bank membengkak hampir dua kali lipat batas internal perusahaan. Persoalan utamanya bukan kekurangan pendapatan, melainkan hilangnya kemampuan mengubah pendapatan menjadi profitabilitas dan arus kas yang stabil. Penelitian ini menjawab pertanyaan: rekomendasi strategis apa yang dapat menyelaraskan proses bisnis PT Kuwera dan memperbaiki kinerja keuangannya? Menggunakan desain studi kasus tunggal, penelitian mengandalkan laporan keuangan internal 2021–2025 dan wawancara empat informan kunci dari divisi keuangan, operasional, dan pemasaran, disertai dua putaran kuesioner terstruktur untuk menilai bobot faktor dan respons perusahaan. Analisis mengkombinasikan Porter's Five Forces, PESTLE, SWOT, matriks TOWS, IE Matrix, dan QSPM. Hasil analisis mengungkap tiga akar masalah yang saling terkait: proses penagihan yang mensyaratkan persetujuan Direktur pada tiap invoice, ketergantungan besar pada kredit revolving, serta sentralisasi pengambilan keputusan di level direksi. Skor IFE 2.327 dan EFE 2.640 menempatkan PT Kuwera pada Cell V ("Hold and Maintain"). Dari tiga belas alternatif strategi hasil matriks TOWS, dua diprioritaskan melalui QSPM: restrukturisasi utang dan pengetatan manajemen piutang (WT1, skor 3.669), dan penyederhanaan proses penagihan serta persetujuan invoice (WO1, skor 3.157). Penelitian ini merekomendasikan konversi kredit revolving menjadi pinjaman berjangka tetap disertai mekanisme pemantauan piutang formal, serta pelimpahan wewenang persetujuan invoice rutin ke Manajer Keuangan dibarengi electronic invoicing untuk klien luar kota. Empat langkah pendukung: pendanaan investor sebagai alternatif pinjaman bank, penguatan koordinasi internal, keterlibatan proaktif dengan klien sektor swasta, dan negosiasi harga terindeks upah minimum saat perpanjangan kontrak. Penelitian ini juga menawarkan pendekatan diagnostik yang dapat direplikasi bagi pelaku usaha jasa di Indonesia dengan situasi serupa.