digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

REDESIGN UNIT INTAKE DAN UNIT PENGOLAHAN LUMPUR INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) CIDANAU PT KRAKATAU TIRTA INDUSTRI,
Terbatas  Maman Ruhiman
» Gedung UPT Perpustakaan

Laporan evaluasi teknis ini menyajikan justifikasi rekayasa komprehensif terkait proyek redesain Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cidanau yang dikelola oleh PT Krakatau Tirta Industri (PT KTI) di Cilegon, Provinsi Banten. Melalui rekonsiliasi administratif, ditegaskan bahwa seluruh analisis dan data teknis sepenuhnya merujuk pada wilayah operasional Cilegon guna menjamin stabilitas pasokan air bagi kawasan industri strategis nasional. Sebagai objek vital nasional, PT KTI memproyeksikan peningkatan kapasitas operasional dari 450 liter per detik menjadi 600 liter per detik dengan memanfaatkan Sungai Cipasauran sebagai sumber air baku utama. Peningkatan kapasitas ini merupakan langkah strategis untuk merespons lonjakan kebutuhan air industri dalam dekade mendatang sekaligus memitigasi fluktuasi kualitas air baku melalui pemanfaatan sumber yang lebih andal dan stabil. Urgensi redesain ini didasarkan pada diagnosa disfungsi hidrolis kritis pada instalasi eksisting, seperti unit barscreen yang mengalami kecepatan aliran berlebih saat tersumbat hingga 0,83 meter per detik, unit sludge basin dengan kemiringan dasar 0 persen yang menghambat pengaliran gravitasi, serta unit Sludge Drying Bed (SDB) yang mengalami overload ekstrem dengan loading rate 1.425 kilogram per meter kubik per tahun. Menggunakan metode pengambilan keputusan Simple Additive Weighting (SAW), serangkaian transformasi rekayasa presisi ditetapkan, meliputi standarisasi celah barscreen sebesar 25 milimeter, rekonstruksi kemiringan dasar sludge basin menjadi 10 persen disertai ekspansi vertikal, serta penguatan pengolahan lumpur melalui pembangunan empat bak SDB modular beratap transparan yang disinergikan dengan reaktivasi unit gravity thickener guna mereduksi volume lumpur secara signifikan sebelum pengeringan. Implementasi proyek redesain ini didukung oleh analisis kelayakan finansial yang sangat prospektif dengan total belanja modal (CAPEX) sebesar Rp4,43 miliar, yang mencakup unit barscreen (Rp34,7 juta), sludge basin (Rp292 juta), SDB modular (Rp1,56 miliar), dan reaktivasi gravity thickener (Rp2,54 miliar). Evaluasi investasi menghasilkan indikator yang luar biasa kuat dengan nilai Net Present Value (NPV) mencapai Rp1,86 triliun, Benefit Cost Ratio (BCR) sebesar 2,09, serta Internal Rate of Return (IRR) sebesar 52 persen yang memberikan margin resiliensi tinggi terhadap discount rate 5,75 persen. Ditambah dengan estimasi Payback Period yang singkat selama 3 tahun, proyek redesain IPA Cidanau terbukti sangat menguntungkan, layak secara teknis, dan mendesak untuk segera dieksekusi demi menjaga keberlanjutan infrastruktur industri nasional.