digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

REDESAIN UNIT FILTRASI, DESINFEKSI, DAN RESERVOIR INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) CIDANAU PT KRAKATAU TIRTA INDUSTRI, CILEGON
Terbatas  Maman Ruhiman
» Gedung UPT Perpustakaan

Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cidanau PT Krakatau Tirta Industri memiliki kapasitas pengolahan sebesar 600 L/s dan berperan dalam penyediaan air bersih untuk kebutuhan industri dan domestik di Kota Cilegon dan sekitarnya. Secara umum, air hasil pengolahan telah memenuhi baku mutu air minum berdasarkan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023, namun beberapa parameter tidak memenuhi baku mutu air kelas I menurut PP Nomor 22 Tahun 2021 akibat fluktuasi pada air baku pada musim penghujan. Hasil evaluasi kondisi eksisting menunjukkan adanya permasalahan operasional pada unit filtrasi dan disinfeksi, meliputi konsumsi energi listrik yang tinggi, terdapat kerak pada pipa bubuh, serta korosi pada kompresor akibat paparan uap Natrium Hipoklorit (NaOCl). Tugas Akhir ini bertujuan mengevaluasi kinerja unit filtrasi, disinfeksi, dan reservoir eksisting serta menentukan alternatif redesain yang sesuai dengan kondisi teknis, operasional, dan ekonomi IPA Cidanau. Metode yang digunakan meliputi analisis data kualitas dan kuantitas air, evaluasi unit eksisting berdasarkan kriteria desain, penentuan target penyisihan, penyusunan alternatif teknologi, pemilihan alternatif menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW), serta perancangan teknis dan terhadap sistem terpilih. Berdasarkan analisis SAW, alternatif terpilih pada unit filtrasi adalah pemasangan Variable Frequency Drive (VFD) eksternal dan relokasi kompresor untuk ii menghindari paparan uap NaOCl. Sistem terpilih kemudian dirancang dengan mempertahankan unit filtrasi eksisting dan melakukan modifikasi pada sistem kompresor. Perencanaan menggunakan debit pengolahan sebesar 0,6 m³/s dan debit pencucian pasir sebesar 0,084 m³/s, dengan tiga kompresor eksisting berdaya masing-masing 5,5 kW dan kapasitas 9.000 Nl/min. Relokasi kompresor dilakukan dengan membangun ruang mekanikal baru berukuran 8×5×4 m. Selama pelaksanaan konstruksi, zona filtrasi dibagi menjadi dua zona operasional untuk mempertahankan kontinuitas produksi air. Hasil perhitungan flow concentration dan mass balance menunjukkan bahwa sistem terpilih pada IPA Cidanau mampu menyisihkan TSS sebesar 90% dan kekeruhan sebesar 91,33% pada unit filtrasi, serta ammonia hingga 99% dan total coliform hingga 100% pada unit disinfeksi. Biaya investasi unit filtrasi dan disinfeksi eksisting dan redesain terhitung sebesar Rp24.441.376.254 dan biaya operasional sebesar Rp8.491.097.006, sedangkan analisis finansial keseluruhan IPA menggunakan CAPEX sebesar Rp176.992.309.498,79 dan OPEX sebesar Rp23.474.756.254. Hasil analisis menunjukkan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp1.524.821.552.667,45 dengan Internal Rate of Return (IRR) 44,77%, Benefit Cost Ratio (BCR) sebesar 1,93, dan Payback Period pada tahun keempat operasi, sehingga proyek dinilai layak berdasarkan analisis finansial yang dilakukan. Redesain yang diusulkan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi energi, mengurangi risiko kerusakan peralatan akibat korosi, memperpanjang umur pakai peralatan, serta meningkatkan keandalan dan keberlanjutan operasional IPA Cidanau dalam menghadapi fluktuasi kualitas air baku dan peningkatan kebutuhan air pada masa mendatang.