REDESAIN UNIT FILTRASI, DESINFEKSI, DAN RESERVOIR INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) CIDANAU PT KRAKATAU TIRTA INDUSTRI, CILEGON
Terbatas Maman Ruhiman
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Maman Ruhiman
» Gedung UPT Perpustakaan
Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cidanau PT Krakatau Tirta Industri memiliki
kapasitas pengolahan sebesar 600 L/s dan berperan dalam penyediaan air bersih
untuk kebutuhan industri dan domestik di Kota Cilegon dan sekitarnya. Secara
umum, air hasil pengolahan telah memenuhi baku mutu air minum berdasarkan
Permenkes Nomor 2 Tahun 2023, namun beberapa parameter tidak memenuhi baku
mutu air kelas I menurut PP Nomor 22 Tahun 2021 akibat fluktuasi pada air baku
pada musim penghujan. Hasil evaluasi kondisi eksisting menunjukkan adanya
permasalahan operasional pada unit filtrasi dan disinfeksi, meliputi konsumsi
energi listrik yang tinggi, terdapat kerak pada pipa bubuh, serta korosi pada
kompresor akibat paparan uap Natrium Hipoklorit (NaOCl).
Tugas Akhir ini bertujuan mengevaluasi kinerja unit filtrasi, disinfeksi, dan
reservoir eksisting serta menentukan alternatif redesain yang sesuai dengan kondisi
teknis, operasional, dan ekonomi IPA Cidanau. Metode yang digunakan meliputi
analisis data kualitas dan kuantitas air, evaluasi unit eksisting berdasarkan kriteria
desain, penentuan target penyisihan, penyusunan alternatif teknologi, pemilihan
alternatif menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW), serta
perancangan teknis dan terhadap sistem terpilih.
Berdasarkan analisis SAW, alternatif terpilih pada unit filtrasi adalah pemasangan
Variable Frequency Drive (VFD) eksternal dan relokasi kompresor untuk
ii
menghindari paparan uap NaOCl. Sistem terpilih kemudian dirancang dengan
mempertahankan unit filtrasi eksisting dan melakukan modifikasi pada sistem
kompresor. Perencanaan menggunakan debit pengolahan sebesar 0,6 m³/s dan debit
pencucian pasir sebesar 0,084 m³/s, dengan tiga kompresor eksisting berdaya
masing-masing 5,5 kW dan kapasitas 9.000 Nl/min. Relokasi kompresor dilakukan
dengan membangun ruang mekanikal baru berukuran 8×5×4 m. Selama
pelaksanaan konstruksi, zona filtrasi dibagi menjadi dua zona operasional untuk
mempertahankan kontinuitas produksi air.
Hasil perhitungan flow concentration dan mass balance menunjukkan bahwa sistem
terpilih pada IPA Cidanau mampu menyisihkan TSS sebesar 90% dan kekeruhan
sebesar 91,33% pada unit filtrasi, serta ammonia hingga 99% dan total coliform
hingga 100% pada unit disinfeksi. Biaya investasi unit filtrasi dan disinfeksi
eksisting dan redesain terhitung sebesar Rp24.441.376.254 dan biaya operasional
sebesar Rp8.491.097.006, sedangkan analisis finansial keseluruhan IPA
menggunakan CAPEX sebesar Rp176.992.309.498,79 dan OPEX sebesar
Rp23.474.756.254. Hasil analisis menunjukkan nilai Net Present Value (NPV)
sebesar Rp1.524.821.552.667,45 dengan Internal Rate of Return (IRR) 44,77%,
Benefit Cost Ratio (BCR) sebesar 1,93, dan Payback Period pada tahun keempat
operasi, sehingga proyek dinilai layak berdasarkan analisis finansial yang
dilakukan. Redesain yang diusulkan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi
energi, mengurangi risiko kerusakan peralatan akibat korosi, memperpanjang umur
pakai peralatan, serta meningkatkan keandalan dan keberlanjutan operasional IPA
Cidanau dalam menghadapi fluktuasi kualitas air baku dan peningkatan kebutuhan
air pada masa mendatang.
Perpustakaan Digital ITB