Peningkatan jumlah penduduk akan berdampak pada peningkatan aktivitas manusia. Semakin tinggi aktivitas manusia, tentu akan membutuhkan sumber daya yang akan digunakan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Setiap sumber daya yang digunakan oleh manusia, akan terdapat sisa atau hasil olahan yang tidak digunakan. Hal tersebut merupakan kaitan antara peningkatan jumlah penduduk dengan sisa atau buangan yang tidak digunakan, dengan kata lain ialah peningkatan timbulan sampah. Kota Cimahi merupakan salah satu Kotamadya di Provinsi Jawa Barat. Penduduk Kota Cimahi meningkat setiap tahunnya, hal ini akan diikuti dengan peningkatan timbulan sampah di Kota Cimahi. Stasiun Peralihan Antara atau SPA merupakan salah satu fasilitas pengolahan sampah skala kawasan dengan capaian yaitu menurunkan biaya transportasi sampah menuju TPA. SPA memiliki mesin pemadat yang dapat mengurangi volume sampah, sehingga jumlah sampah yang terangkut ke TPA akan lebih banyak bila dibandingkan tanpa adanya SPA. SPA Sangkuriang merupakan satu-satunya SPA di Kota Cimahi. Setiap harinya SPA Sangkuriang dapat menangani timbulan sampah hingga lebih dari 20 ton atau diatas 90 m3. Sampah tersebut berasal dari Kecamatan Cimahi Utara dan beberapa wilayah lainnya. Dalam rangka memenuhi tujuan yang tertulis pada Dokumen Rencana Induk Persampahan Kota Cimahi Tahun 2017-2037, dikatakan bahwa pada tahun 2019 seluruh sampah harus dapat terlayani. Kemudian, kondisi TPPAS Sarimukti (tempat pemrosesan akhir eksisting Kota Cimahi) semakin penuh, sehingga direncanakan dalam Dokumen Rencana Induk tersebut tujuan/lokasi pemrosesan akhir Kota Cimahi akan dialihkan menuju ke TPPAS Legok Nangka. Selain jaraknya yang cukup jauh dari Kota Cimahi, membuang sampah ke TPPAS Legok Nangka memiliki Batasan per harinya, yaitu 150 ton/hari untuk Kota Cimahi. Oleh karena itu, untuk menurunkan timbulan sampah yang harus diangkut ke TPPAS Legok Nangka, maka SPA Sangkuriang akan dirancang ulang dan dioptimasi (meliputi sistem pewadahan, sistem pengumpulan, sistem pengolahan, dan sistem pengangkutan) agar pengelolaan sampah dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
Perpustakaan Digital ITB