digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


2018 TA PP ANDRE ARISTYO 1.pdf?
Terbatas Suharsiyah
» ITB

Di seluruh dunia, peningkatan permintaan terhadap energi sedang gencar-gencarnya, hingga ke semua pelosok dunia, khususnya permintaan terhadap sumber energi yang ramah lingkungan. Salah satu sumber energi dengan efek kepada lingkungan yang kecil adalah gas alam. Indonesia, sebagai salah satu negara dengan cadangan gas yang besar, dapat memenuhi meningkatnya permintaan tersebut. Terdapat berbagai lapangan gas di Indonesia, salah satunya adalah blok Natuna Timur di Kepulauan Riau. Lapangan ini diestimasi memiliki cadangan gas sebesar 222 TSCF, dengan 71% kandungannya adalah karbon dioksida (CO2). Pada studi ini, dilakukan rancangan konseptual pemodelan jalur pipa gas alam untuk mendistribusikan gas serta memisahkan CO2 dengan gas alam. Pemodelan dilakukan pertama kali dengan menentukan lokasi di mana gas alam akan didistribusikan dan dipisahkan. Pulau Batam dipilih menjadi lokasi distribusi karena lokasi yang dekat dengan Natuna dan keberadaan industri di Batam. Jarak diukur dengan menggunakan peta bawah laut dari lapangan Natuna Timur. Selanjutnya, pemodelan pipa dilakukan menggunakan piranti lunak simulator komersial. Data diperoleh dari tesis dan publikasi terkait serta juga diasumsikan berdasarkan praktik umum. Studi sensitivitas dari ukuran pipa dan tekanan kepala sumur juga dilakukan untuk mengetahui kemungkinankemungkinan lain pada model. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa dengan laju alir lapangan sebesar 8 BSCFD, gas alam dapat dialirkan menggunakan pipa dengan ukuran 48 inci serta tekanan kepala sumur sebesar 3750 psia. Hal ini menunjukkan bahwa model ini dapat dimplementasikan secara teknis. Selain itu, hal ini menyiratkan bahwa gas alam di Natuna dapat membantu memenuhi meningkatnya kebutuhan energi dunia, khususnya kebutuhan akan gas alam.