Integrasi data pertanahan yang akurat berperan penting dalam mendukung tata kelola
pemerintahan, pelayanan publik, dan optimalisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Namun, data bidang tanah antara Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Badan Pendapatan
Daerah (Bapenda) Kabupaten Lebak masih mengalami ketidaksinkronan baik secara spasial
maupun nonspasial. Pada lokasi studi, yaitu Desa Muara Ciujung Timur, Kecamatan
Rangkasbitung, terdapat 4.393 bidang tanah dari BPN dan 3.901 bidang tanah dari Bapenda yang
memerlukan proses sinkronisasi dan validasi data.
Proyek capstone ini bertujuan untuk merancang sistem integrasi data spasial dan nonspasial
bidang tanah antara BPN dan Bapenda melalui platform R3Di for SALAD yang terdiri atas geodashboard
berbasis web, aplikasi Android, prosedur pendataan terintegrasi, serta petunjuk teknis
penggunaan sistem. Integrasi spasial dilakukan menggunakan transformasi Affine berbasis GCP
dan validasi ICP, sedangkan integrasi nonspasial dilakukan melalui pencocokan atribut NIB, NOP,
nama wajib pajak, dan luas bidang tanah.
Hasil integrasi menunjukkan bahwa dari 3.901 bidang tanah yang dianalisis, hanya terdapat
6 bidang yang memenuhi kriteria match atau sebesar 0,154% dari keseluruhan data, dengan nilai
Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 46,96 meter. Rendahnya tingkat kesesuaian data
disebabkan oleh perbedaan referensi data, geometri bidang tanah, dan atribut identifikasi antara
data BPN dan Bapenda. Meskipun demikian, sistem yang dikembangkan berhasil mendukung
sinkronisasi data melalui mekanisme validasi dan pengelolaan data terintegrasi, sehingga
meningkatkan efisiensi proses pengumpulan dan validasi data. Hasil pengujian menunjukkan
bahwa seluruh fungsi utama Geo-dashboard dan aplikasi Android berjalan sesuai skenario
pengujian, dengan QA lulus, QC memenuhi parameter, serta UAT sebesar 95,10% untuk aplikasi
Android dan 96,47% untuk Geo-dashboard yang termasuk dalam kategori sangat layak, serta
Performance Efficiency menunjukkan kinerja yang tinggi. Dengan demikian, sistem yang
dikembangkan layak digunakan sebagai pendukung pengelolaan data pertanahan dan PBB yang
lebih akurat, transparan, dan berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB