ABSTRAK Kian Imanur Razan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER Kian Imanur Razan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Kian Imanur Razan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Kian Imanur Razan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Kian Imanur Razan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Kian Imanur Razan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Kian Imanur Razan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Kian Imanur Razan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Quartz Crystal Microbalance (QCM) merupakan sensor berbasis perubahan massa
yang memiliki potensi besar dalam aplikasi pemantauan gas polutan karena
sensitivitasnya yang tinggi. Namun, tantangan utama dalam implementasinya
meliputi kebutuhan sistem akuisisi data yang mampu membaca banyak kanal secara
simultan serta peningkatan selektivitas sensor terhadap gas tertentu. Penelitian ini
bertujuan untuk mengembangkan sistem akuisisi data QCM multi-channel berbasis
mikrokontroler Teensy 3.2 yang terintegrasi dengan perangkat lunak antarmuka
berbasis C# untuk pemantauan frekuensi dan suhu secara real-time. Untuk
meningkatkan kinerja sensor, permukaan kristal QCM dimodifikasi dengan lapisan
nanofiber Polyacrylonitrile (PAN) dan Polyvinylpyrrolidone (PVP) konsentrasi
10% (w/w) menggunakan metode electrospinning. Pengujian dilakukan dengan
memaparkan sensor terhadap variasi analit Volatile Organic Compounds (metanol,
etanol, aseton), uap air, dan campuran gas dengan variasi volume injeksi (50 ?
150 ?L). Hasil karakterisasi SEM menunjukkan bahwa nanofiber PVP memiliki
morfologi serat yang seragam, sedangkan PAN didominasi oleh struktur beads.
Data respons frekuensi menunjukkan bahwa sensor berbasis PVP memiliki
sensitivitas tertinggi terhadap analit alkohol dan uap air, didorong oleh mekanisme
ikatan hidrogen dan luas permukaan efektif yang besar. Sebaliknya, sensor berbasis
PAN menunjukkan respons yang lebih rendah akibat morfologi beads dan sifat
hidrofobik yang menghambat adsorpsi uap air, bahkan menghasilkan respons di
bawah sensor tanpa lapisan (blank).
Perpustakaan Digital ITB