digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penurunan kualitas susu banyak dipengaruhi oleh keberadaan mikroorganisme dan aktivitas metabolismenya. Keberadaannya perlu dipantau untuk mengetahui kadar kualitas susu tersebut. Penggunaan sensor kapasitif untuk mendeteksi perubahan keadaan susu telah dikembangkan. Besar kapasitansi yang terukur berhubungan dengan ukuran permitivitas atau dielektrik susu yang dijadikan sampel. Tujuan penelitian ini untuk merancang sistem instrumen dalam menentukan perubahan kualitas susu dan menentukan perubahan nilai kapasitansi susu pada saat terjadi penurunan kualitas. Metode eksperimen ini adalah melakukan pengukuran kapasitansi susu dalam suhu ruang secara realtime selama waktu tertentu menggunakan instrumen sensor kapasitif dan LCR meter sebagai pembanding. Selain itu juga dilakukan pengambilan data sampel susu steril menggunakan electrochemical impedance spectroscopy sebagai data pendukung. Hasil pemantauan susu mentah baik menggunakan instrument sensor kapasitif dan LCR meter mulai mengalami penurunan nilai kapasitansi setelah 1 jam dan terlihat mendatar pada 4 jam berikutnya. Penurunan kapasitansi tersebut didukung dengan data hasil pengukuran kapasitansi oleh LCR meter yang dilakukan selama 6 jam dimana terlihat bahwa kapasitansi turun dari 11,97 ?F hingga 10,32 ?F dan 3,87 nF hingga 2,25 nF oleh pengukuran instrument sensor kapasitif. Penurunan kapasitansi selama proses pemantauan dikarenakan terdapat penurunan konstanta dielektrik dari susu tersebut selama proses penurunan kualitas. Selain itu juga diduga karena meningkatnya jumlah bakteri pada susu yang mengakibatkan menurunnya nilai kapasitansi susu tersebut.