Industri pendidikan memainkan peran penting dalam pembangunan nasional
Indonesia, didorong oleh alokasi anggaran pendidikan nasional sekurang
kurangnya 20 persen. Namun, institusi perguruan tinggi swasta, yang mencakup
96 persen dari pasar pendidikan tinggi, menghadapi persaingan yang semakin
ketat. Penelitian ini berfokus pada Institut Budi Utomo Nasional (INSTBUNAS) di
Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, yang bertransformasi dari STIE STMY pada
tahun 2023. Sejak transformasinya, INSTBUNAS mengalami fluktuasi pendaftaran
mahasiswa baru, termasuk penurunan yang signifikan pada program studi
Manajemen baru-baru ini. Untuk dapat bertahan dan tetap relevan, institusi harus
mengembangkan posisi strategis yang unik dalam merespons pemain lama di
tingkat lokal serta pendatang baru, seperti politeknik vokasi baru dan ekspansi
kampus negeri di wilayah tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis kondisi pasar, eksternal, dan internal INSTBUNAS saat ini,
mengidentifikasi kompetensi inti, dan mengusulkan strategi bisnis yang optimal
untuk meningkatkan pendaftaran mahasiswa baru.
Penelitian ini menerapkan pendekatan manajemen strategis kontemporer dengan
desain metode campuran (mixed-methods) deskriptif-kualitatif dan kuantitatif yang
berlandaskan pada kerangka kerja Design Thinking, yang mencakup tahapan
Empathize, Define, Ideate, dan Prototype. Data kuantitatif primer dikumpulkan
melalui survei digital terhadap 128 responden calon mahasiswa di Majalengka,
didominasi oleh Gen Z, yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan
Analisis Klaster K-Means. Data kualitatif primer diperoleh melalui wawancara
mendalam semi-terstruktur dengan pemangku kepentingan institusi utama,
termasuk rektorat, dekan, dan kepala program studi, serta observasi lapangan
langsung. Data sekunder diekstraksi dari Badan Pusat Statistik (BPS), Pangkalan
Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), dan basis data kementerian untuk menganalisis
tren makro-lingkungan, dinamika industri, dan kinerja pesaing. Lingkungan
eksternal dievaluasi menggunakan analisis PESTEL, Lima Kekuatan Porter
(Porter's Five Forces), dan benchmarking pesaing, sedangkan lingkungan internal
dinilai melalui Analisis Rantai Nilai (Value Chain) dan kerangka kerja VRIO untuk
menentukan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Analisis-analisis tersebut
disintesis ke dalam Analisis SWOT, yang selanjutnya memandu perumusan
alternatif strategis menggunakan Matriks TOWS untuk mengidentifikasi strategi
tingkat bisnis yang terbaik.
Analisis pasar menunjukkan bahwa pasar sasaran sangat didominasi oleh lulusan
SMA dan SMK (Gen Z) dari latar belakang pendapatan rendah hingga menengah
di wilayah lokal Majalengka. Analisis klaster K-Means mengidentifikasi sembilan
segmen psikografis berbeda, yang kemudian dikonsolidasikan menjadi kelompok
sasaran yang dapat ditindaklanjuti. Saat ini, INSTBUNAS menyasar segmen
pragmatis yang mencari efisiensi biaya, peluang beasiswa, dan struktur jadwal
yang fleksibel. Analisis eksternal menunjukkan persaingan industri yang tinggi,
diperparah oleh ekspansi universitas negeri dan alternatif pembelajaran daring.
Kekuatan tawar-menawar pembeli juga tinggi karena sensitivitas biaya dan
melimpahnya pilihan. Analisis internal mengidentifikasi sumber daya utama,
seperti metode pembelajaran hibrida daring/luring, biaya kuliah terjangkau mulai
dari Rp500.000 per bulan, dan berbagai penawaran beasiswa (seperti KIP-Kuliah,
Tahfidz Quran, dan beasiswa yayasan) sebagai aset yang berharga. Namun, masih
terdapat kesenjangan dalam hal dosen praktisi yang berorientasi pada
teknopreneurship dan visibilitas merek digital.
Berdasarkan proses pencocokan Matriks TOWS, penelitian ini mengusulkan
strategi tingkat bisnis kepemimpinan biaya dan diferensiasi yang terintegrasi
(Integrated Cost Leadership and Differentiation - ICD) sebagai jalur optimal bagi
INSTBUNAS. Strategi hibrida ini memungkinkan institusi untuk mempertahankan
biaya rendah (keterjangkauan biaya dan model pembayaran cicilan) sekaligus
membangun diferensiasi yang unik melalui pembelajaran hibrida yang fleksibel,
kurikulum yang selaras dengan industri, dan identitas teknopreneurship yang
terarah. Pernyataan posisi yang diusulkan mendefinisikan INSTBUNAS sebagai
perguruan tinggi swasta yang terjangkau, fleksibel, dan berorientasi karir yang
mendorong mobilitas sosial dan daya kerja lulusan. Untuk mengoperasionalkan
strategi ini, cetak biru dan peta jalan implementasi operasional lima tahun telah
dirumuskan. Penelitian ini berkontribusi pada bidang manajemen strategis dengan
mendemonstrasikan bagaimana kerangka kerja Design Thinking yang berpusat
pada manusia dapat diintegrasikan dengan segmentasi pasar kuantitatif (Klaster
K-Means) dan alat strategis klasik (VRIO, Value Chain, TOWS) untuk memecahkan
tantangan pendaftaran mahasiswa dan persaingan di perguruan tinggi swasta
regional.
Perpustakaan Digital ITB