BAB 1 Syafira Rizqi Salsabilla
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Syafira Rizqi Salsabilla
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Syafira Rizqi Salsabilla
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Syafira Rizqi Salsabilla
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Syafira Rizqi Salsabilla
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Syafira Rizqi Salsabilla
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Syafira Rizqi Salsabilla
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Syafira Rizqi Salsabilla
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Lantanum merupakan salah satu unsur logam tanah jarang ringan (light rare earth
element/LREE) yang banyak ditemukan di alam dan banyak dimanfaatkan sebagai
baterai nickel-metal hydride (NiMH) dan penyimpanan gas H2. Produksi logam
lantanum secara konvensional menggunakan elektrolisis garam cair (molten salt
electrolysis/MSE) dengan oksida lantanum (La2O3) sebagai bahan baku. Proses
MSE memerlukan konsumsi energi tinggi yang berpotensi menimbulkan
kontaminasi karbon dari elektroda grafit, serta menghasilkan emisi CO2 dan
perfluorokarbon. Hydrogen Plasma Smelting Reduction (HPSR) merupakan
teknologi pirometalurgi yang memanfaatkan hidrogen dalam keadaan plasma
sebagai agen pereduksi dan hanya menghasilkan uap air (H2O) sebagai produk
samping, sehingga dapat menjadi alternatif produksi logam lantanum lebih ramah
lingkungan. Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi waktu reduksi terhadap kadar
logam lantanum, komposisi kimia produk, serta persentase penghilangan oksigen
dan lantanum yang tervolatilisasi pada reduksi La2O3 menggunakan HPSR.
Percobaan reduksi menggunakan briket La2O3 kemurnian 99,9% seberat 1 gram
yang direduksi dalam reaktor HPSR skala laboratorium dengan arus 35 A, tegangan
40-70 V, campuran gas Ar-80% H2, serta laju alir total 5 liter/menit. Variasi waktu
reduksi yang dikaji adalah 60, 120, 180, 240, 360, dan 480 detik. Produk hasil
reduksi disimpan dalam minyak parafin untuk mencegah oksidasi, kemudian
dikarakterisasi menggunakan Scanning Electron Microscope–Energy Dispersive
Spectroscopy (SEM-EDS), X-Ray Diffraction (XRD), dan Electron Probe
Microanalysis (EPMA).
Kandungan La rata-rata berdasarkan analisis SEM-EDS meningkat dari 93,11%
pada waktu reduksi 60 detik, mencapai puncak 98,03% pada 240 detik, lalu
menurun menjadi 97,17% pada 360 detik dan 95,43% pada 480 detik. Analisis
EPMA mengonfirmasi kadar La sebesar 97,09% pada sampel 240 detik dan 97,45%
pada sampel 360 detik. Kehilangan berat produk berkisar antara 39,25% hingga
54,90%, melampaui kehilangan berat teoretis stoikiometri pelepasan oksigen
sebesar 14,73%, yang mengindikasikan adanya kehilangan massa tambahan.
Persentase penghilangan oksigen pada produk hasil reduksi meningkat hingga
puncak 93,74% pada 240 detik, sedangkan lantanum yang tervolatilisasi 31,29-
48,31%, sehingga menegaskan bahwa kehilangan berat didominasi oleh penguapan
lantanum.
Perpustakaan Digital ITB