digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Muhammad Arry Nugroho
Terbatas  Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan

Tekanan pori merupakan parameter kritis dalam pemboran karena prediksi tidak akurat dapat menyebabkan kick hingga keruntuhan sumur. Lapangan Poseidon, Cekungan Browse, memiliki delapan sumur bertarget Formasi Plover yang diselimuti Formasi Wollaston-Jamieson dengan overpressure signifikan akibat kompaksi tidak seimbang. Prediksi berbasis log sumur tidak menggambarkan distribusi lateral tekanan pori, sementara metode Eaton (1975) dan Kan & Swan (2001) berbeda fundamental dalam formulasi dan kalibrasi. Penelitian ini bertujuan memprediksi tekanan pori, mengkarakterisasi overpressure, mengidentifikasi distribusi lateralnya beserta mekanisme pembangkitnya, dan menganalisis sensitivitas kedua metode. Hasil menunjukkan magnitude maksimum 6.684–9.336 psi (Eaton) dan 8.313–9.823 psi (Kan & Swan), dengan Kan & Swan sistematis lebih tinggi akibat perbedaan kalibrasi. Terjadi perbedaan kedalaman top overpressure berdasarkan pola reversal Vp dan kenaikan tekanan pori, dengan deteksi otomatis lebih dangkal akibat NCT regional. Poseidon North-1 konsisten tertinggi sedangkan Torosa-1 konsisten terendah, menunjukkan karakteristik kompaksi berbeda. Distribusi lateral overpressure konsisten pada kedua metode, membentang barat laut-tenggara melewati Kronos-1, Poseidon-2, dan Proteus-1 ST2. Korelasi negatif Vp-densitas mengindikasikan disequilibrium compaction dengan pola menyerupai paleochannel / lembahan akibat implikasi fase subsidence thermal. Perbandingan eksponen tunggal terhadap kriging membuktikan secara terkontrol bahwa Eaton sensitif terhadap pilihan eksponen n. Kedua metode saling melengkapi, bukan satu yang mutlak unggul, dan menjadi acuan perencanaan sumur di Lapangan Poseidon