Pasar saham yang dinamis memberikan tantangan signifikan dalam memprediksi
harga return saham untuk mendukung pembentukan portofolio. Penelitian ini
bertujuan untuk mengembangkan model prediksi berbasis deep learning, yaitu
Long Short-Term Memory (LSTM) dan Bidirectional Long Short-Term Memory
(BiLSTM) yang mampu menangkap pola kompleks data deret waktu. Data yang
digunakan mencakup harga penutupan harian 44 saham indeks LQ45 periode
sebelum, saat, dan pasca-pandemi, di mana saham AADI diekslusi karena
keterbatasan data historis. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa model univariat
tidak dapat bekerja dengan baik karena menghasilkan prediksi serupa dengan ratarata. Perbaikan dilakukan melalui skenario multivariat dengan mengintegrasikan
indikator teknikal, serta dilanjutkan dengan integrasi analisis sentimen berita untuk
mengatasi ketidaklengkapan informasi pada saham-saham volatil seperti AMMN
dan BREN. Model BiLSTM dengan integrasi sentimen terbukti menjadi model
terbaik dengan rata-rata ????
2
sebesar 0.9133 dan directional accuracy sebesar
96.43%. Hasil prediksi dari model terbaik ini berhasil diimplementasikan untuk
membentuk rekomendasi portofolio masa depan, di mana diversifikasi terbukti
mampu mereduksi volatilitas portofolio seiring dengan peningkatan jumlah aset
(????), yaitu dari 0.02951 pada portofolio dengan 2 aset (???? = 2) menjadi 0.01532
pada portofolio dengan 10 aset (???? = 10). Penelitian ini diharapkan dapat
memberikan kontribusi dalam membangun model prediksi berbasis LSTM dan
BiLSTM yang mampu meningkatkan akurasi dalam kondisi pasar yang fluktuatif
pasca-pandemi.
Perpustakaan Digital ITB