Perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan membuka peluang
pemanfaatan data pembelajaran secara lebih sistematis dalam dunia pendidikan.
Namun, data nilai siswa pada praktiknya masih sering dimanfaatkan sebatas
laporan hasil belajar, khususnya pada pembelajaran IPA yang memiliki
karakteristik konsep abstrak. Kondisi ini menyebabkan guru mengalami
keterbatasan dalam mengidentifikasi kesulitan belajar siswa secara dini dan
menentukan tindak lanjut pembelajaran yang tepat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model prediksi hasil belajar siswa
pada mata pelajaran IPA menggunakan algoritma regresi linier dan random forest,
serta menyajikannya dalam bentuk dashboard pembelajaran berbasis MATLAB.
Data penelitian berupa 10 nilai rapor terakhir siswa dan 3 nilai harian pada semester
berjalan di kelas IX SMP. Untuk menguji keandalan model dilakukan
menggunakan metode leave-one-out cross-validation (LOOCV) agar setiap siswa
memperoleh nilai prediksi secara adil dan bebas kebocoran data. Kinerja model
diukur dengan evaluasi regresi menggunakan mean absolute error (MAE), root
mean square absolute error (RMSE), dan koefisien determinasi (R2), serta evaluasi
klasifikasi menggunakan confusion matrix, precision, recall, dan F1-score.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Random Forest memiliki performa
yang lebih baik dibandingkan dengan regresi linier, dengan nilai RMSE sebesar
2,57, MAE sebesar 2,22, dan R2 sebesar 0,45, sedangkan regresi linier
menghasilkan RMSE sebesar 3,02, MAE sebesar 2,35, dan R2 sebesar 0,24. Begitu
juga pada evaluasi klasifikasi, di mana random forest memiliki akurasi 0,86, presisi
1,00, recall 0,76, dan F1-score 0,86,sedangkan regresi linier memiliki akurasi 0,82,
presisi 0,93, recall 0,76, dan F1-score 0,84. Random Forest menunjukkan nilai
precision, recall, dan F1-score yang lebih tinggi, sehingga lebih unggul dalam
mengklasifikasikan data secara konsisten..
Perpustakaan Digital ITB