digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Desa Eretan Kulon dan Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, merupakan kawasan pesisir berelevasi rendah 0–2 m di atas muka laut yang rutin mengalami banjir rob akibat kombinasi pasang tinggi, kenaikan muka air laut, dan penurunan muka tanah. Tugas akhir ini bertujuan menghasilkan peta potensi genangan banjir rob berbasis skenario untuk periode 2025–2045 dengan interval lima tahun. Pemodelan dilakukan menggunakan Spatial Bathtub Model yang mengintegrasikan Digital Terrain Model dari LiDAR 2025, parameter muka air laut pasang tertinggi hasil prediksi model dari analisis konstanta harmonik pasang surut, proyeksi kenaikan muka air laut regional, serta laju penurunan muka tanah hasil InSAR yang diinterpolasi dengan Ordinary Kriging dan dikalibrasi menggunakan GNSS. Tujuh skenario disusun untuk membedakan kontribusi faktor penyebab genangan. Hasil validasi lapangan menunjukkan Overall Accuracy 75,71%, Precision 96,57%, Recall 75,78%, F1-Score 84,92%, dan Critical Success Index 73,80%. Produk akhir berupa peta overlay temporal genangan rob dan informasi luas area terdampak per skenario sebagai dasar perencanaan mitigasi banjir rob di pesisir Indramayu.