COVER MUHAMMAD F. RAMADHANI
EMBARGO  2029-07-15 
EMBARGO  2029-07-15 
Indonesia menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang konsisten (rata-rata ~5% per tahun, 2000-2023) disertai penurunan kemiskinan secara signifikan hingga 9,03% pada 2024. Namun pertumbuhan ini tidak disertai pendalaman kapabilitas industri: Economic Complexity Index (ECI) stagnan di 0,234 selama dua dekade, rasio Manufacturing Value Added terhadap GDP menurun di bawah 19%, dan intensitas Research and Development tertahan di 0,3% terhadap GDP. Konfigurasi ini, pertumbuhan tanpa pendalaman, belum dijelaskan secara memadai oleh empat pendekatan konvensional (state capability, economic complexity, industrial policy, temporal political economy) yang masing-masing menangkap sebagian fenomena tetapi tidak mengintegrasikan dimensi struktural dan temporal secara simultan. Penelitian ini bertujuan memformulasikan kerangka integratif yang mendiagnosis mekanisme kausal di balik persistensi pertumbuhan tanpa pendalaman, menurunkan arsitektur kelembagaan untuk memutus jebakan tersebut, serta menguji konsistensi kerangka yang diturunkan terhadap realitas kelembagaan Indonesia.
Penelitian ini mengajukan Structural-Temporal Capability Trap (STCT) sebagai kerangka integratif. STCT memformalkan interaksi antara Structural Depth (kedalaman kapabilitas produksi) dan Temporal Insulation (kemampuan arsitektur kelembagaan melindungi fungsi akumulasi dari volatilitas siklus politik) dalam hubungan complementarity: efek peningkatan pada satu dimensi bergantung pada tingkat dimensi lainnya. Empat proposisi falsifiable diturunkan. Dari diagnosis STCT, Enabler-Accelerator System Framework (EASF) diderivasi secara deduktif sebagai arsitektur transisi yang mendiferensiasikan dua fungsi pembangunan berdasarkan horizon temporal.
Menggunakan metodologi integrative-critical literature review, penelitian ini menguji konsistensi kerangka melalui evaluasi terhadap dua analytical instantiation di Indonesia: transformasi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menjadi National Capability Custodian Agency (NCCA) sebagai kandidat Enabler, dan sektor maritim (Maritime.ID) sebagai arena Accelerator. Evaluasi menunjukkan bahwa LPDP memiliki insulasi fiskal parsial (dana abadi tersedia) tetapi insulasi kelembagaan yang rapuh (mandat berbasis Peraturan Pemerintah, bukan undang-undang). Sektor maritim memenuhi ketiga kriteria Accelerator (sectoral depth potential, capability entry feasibility, captive demand) tetapi belum memiliki integrasi vertikal. Pola yang ditemukan konsisten dengan tiga dari empat proposisi STCT.
Penelitian ini memberikan tiga kontribusi: (1) formulasi konseptual STCT yang mengintegrasikan dimensi temporal sebagai variabel konstitutif, bukan latar; (2) diferensiasi analitis antara insulasi fiskal dan insulasi kelembagaan; dan (3) derivasi arsitektural EASF yang beroperasi pada level arsitektur kelembagaan, bukan level instrumen kebijakan. Keterbatasan utama terletak pada belum tersedianya pengujian kuantitatif dan generalisasi lintas negara. Enam agenda riset lanjutan diidentifikasi, termasuk konstruksi indeks Temporal Insulation dan perbandingan lintas negara yang sistematis.
Perpustakaan Digital ITB