digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


COVER - Gravin Hotasi Zakharia
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 - Gravin Hotasi Zakharia
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 - Gravin Hotasi Zakharia
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 - Gravin Hotasi Zakharia
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 - Gravin Hotasi Zakharia
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 - Gravin Hotasi Zakharia
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA - Gravin Hotasi Zakharia
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

LAMPIRAN - Gravin Hotasi Zakharia
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

Bantalan gelinding memegang peranan krusial dalam menunjang operasional mesin rotasi, sehingga keandalan operasinya menjadi faktor penentu efisiensi industri. Kegagalan komponen akibat cacat lokal maupun kondisi pelumasan yang tidak memadai merupakan jenis kerusakan yang kerap terjadi dan berpotensi memicu kerusakan fatal apabila tidak terdeteksi secara dini. Metode pemantauan kondisi berbasis sinyal dinamis dinilai sebagai pendekatan yang efektif untuk mengidentifikasi anomali tersebut tanpa harus menghentikan operasi mesin. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efektivitas pendeteksian lokasi kerusakan komponen serta penilaian kondisi pelumasan bantalan gelinding menggunakan teknik dari metode getaran dan shock pulse. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan eksperimental menggunakan perangkat uji yang telah dimodifikasi di Laboratorium Dinamika ITB, dengan alat akuisisi data utama Leonova Diamond dan perangkat lunak Condmaster Ruby. Pengujian dilakukan pada bantalan silindris tipe NTN N204 dan NTN N205 yang dikondisikan ke dalam dua skenario utama. Skenario pertama menginvestigasi identifikasi cacat lokal (lintasan luar, lintasan dalam, dan elemen gelinding) untuk berbagai variasi beban menggunakan teknik EVAM, HD ENV, dan LR/HR HD. Skenario kedua menilai variasi kuantitas pengisian pelumas (mulai dari 0% hingga 70%) menggunakan teknik EVAM, LR/HR, dan LR/HR HD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode shock pulse (teknik LR/HR HD) mampu mengidentifikasi semua kerusakan bantalan, diikuti oleh HD ENV. Sebaliknya, teknik getaran EVAM tidak mampu karena spektrumnya didominasi frekuensi putaran poros. Pada evaluasi pelumasan, teknik shock pulse terbukti andal mengklasifikasikan kondisi secara efektif melalui grafik Lubmaster, meskipun memiliki keterbatasan pada bantalan tanpa pelumas. Sementara itu, parameter getaran EVAM dinilai kurang mampu menilai kondisi pelumasan