digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Zain Zidan Ramadhan
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Peningkatan aktivitas wisata di sekitar kawasan mangrove Nusa Lembongan di area Nusa Penida Marine Protected Area (MPA), Bali, menyebabkan perlunya pemantauan kesehatan ekosistem mangrove secara berkala, terutama pada titik hotspot wisata. Monitoring dapat dilakukan secara langsung melalui pengambilan data lapangan maupun tidak langsung melalui analisis citra satelit dengan penerapan Mangrove Health Index (MHI). Namun, monitoring melalui analisis citra satelit sebagai alternatif monitoring lapangan memerlukan evaluasi sebelum diterapkan di Nusa Lembongan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kondisi kesehatan mangrove di kawasan Nusa Lembongan, menganalisis komponen yang menentukan MHI, serta membandingkan nilai tutupan kanopi dan MHI antara metode pengukuran lapangan dan analisis citra satelit. Penelitian dilakukan melalui analisis vegetasi di lapangan dan analisis citra satelit Sentinel-2. Analisis data vegetasi dan MHI dilakukan dengan menghitung nilai rata-rata diameter pohon, tutupan kanopi, kerapatan pancang per 100 m2, skor MHI, serta Indeks Nilai Penting (INP). Analisis citra satelit Sentinel-2 dilakukan dengan kalkulasi NDVI (Normalized Difference Vegetation Index), indeks vegetasi citra satelit, dan skor MHI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai MHI di stasiun Mangrove Point Jungutbatu memiliki skor kanopi senilai 6,87, skor pancang senilai 4,17, dan skor diameter senilai 8,60 dengan skor MHI akhir 65,46 yang termasuk dalam kategori moderate/sedang. Stasiun Yellow Bridge Lembongan memiliki skor kanopi senilai 2,40, skor pancang senilai 4,39, dan skor diameter senilai 8,49 dengan skor MHI akhir 50,63 yang juga termasuk dalam kategori moderate/sedang. Hasil analisis komponen MHI menunjukkan bahwa skor kanopi berkontribusi paling besar terhadap perbedaan skor MHI dengan kontribusi ?MHI 14,89 poin. Analisis dan perbandingan citra satelit dan lapangan menunjukkan hubungan positif yang lemah dari hasil satelit terhadap hasil lapangan pada NDVI dan MHI melalui nilai korelasi Pearson (r) secara berturut-turut 0,230 dan 0,312. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kedua lokasi mangrove berada dalam kondisi kesehatan sedang dengan tutupan kanopi sebagai kontributor ?MHI paling besar, dan pengukuran berbasis Sentinel-2 belum menunjukkan kesesuaian yang kuat dengan pengukuran lapangan sehingga masih memerlukan kalibrasi dan validasi secara spesifik untuk setiap lokasi.