Abstrak - RAFFA ANDHIKA ILHAM
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Sistem Interkoneksi Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) merupakan salah satu
sistem tenaga listrik terbesar di kawasan Sulawesi yang terus mengalami
pertumbuhan kapasitas pembangkit dan beban. Peningkatan kompleksitas sistem
menyebabkan risiko gangguan dinamis yang semakin tinggi. Oleh karena itu,
perancangan ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi inersia aktual Sistem
Sulbagsel, menentukan kebutuhan inersia minimum untuk menjaga kestabilan
sistem, serta merancang strategi penyediaan inersia yang layak secara teknis dan
ekonomis. Perancangan dilakukan melalui tiga tahapan utama. Tahap pertama
adalah estimasi dan monitoring inersia menggunakan pendekatan hybrid yang
menggabungkan metode deterministik berbasis data operasi dan metode eventbased
berbasis respons Rate of Change of Frequency (RoCoF). Tahap kedua adalah
penentuan kebutuhan inersia minimum melalui asesmen gabungan kestabilan
frekuensi dan kestabilan transien pada berbagai skenario operasi dan kontingensi
kredibel. Tahap ketiga adalah evaluasi strategi penyediaan inersia melalui alternatif
Unit Commitment (UC), Synchronous Condenser (SC), dan kombinasi keduanya
(UC+SC). Hasil perancangan menunjukkan bahwa kondisi inersia eksisting Sistem
Sulbagsel berada pada kisaran 4 s dan masih tergolong marginal terhadap beberapa
skenario gangguan. Kebutuhan inersia minimum sistem ditetapkan sebesar sekitar
6 s atau setara 150% kondisi baseline, dengan kebutuhan tambahan energi kinetik
sebesar 4.754–5.945 MWs. Dari sisi implementasi, strategi UC+SC memberikan
kinerja terbaik karena mampu memenuhi kebutuhan inersia sistem dengan biaya
operasi yang lebih rendah dibandingkan alternatif lainnya. Hasil perancangan ini
diharapkan dapat menjadi dasar peningkatan keandalan dan ketahanan operasi
Sistem Sulbagsel terhadap gangguan besar di masa mendatang.
Perpustakaan Digital ITB