digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

PERANCANGAN UNIT RAPID SAND FILTER, DESINFEKSI, DAN RESERVOIR PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) KRAGILAN, KABUPATEN SERANG
Terbatas  Maman Ruhiman
» Gedung UPT Perpustakaan

Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, mengalami perkembangan kawasan permukiman dan industri yang meningkatkan kebutuhan pelayanan air minum. Pada tahun 2025, cakupan pelayanan air minum perpipaan di Kecamatan Kragilan masih sekitar 9,05%, sedangkan kapasitas produksi efektif sistem eksisting hanya sekitar 20 L/detik karena IPA Kendayakan 1 berkapasitas 10 L/detik tidak beroperasi. Perencanaan pengembangan Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA) Kragilan dilakukan dengan memanfaatkan Sungai Ciujung sebagai sumber air baku dan Intake Dukuh sebagai fasilitas pengambilan air baku eksisting. Periode perencanaan ditetapkan selama 20 tahun, yaitu 2030-2049, dengan pembangunan secara bertahap untuk menyesuaikan pertumbuhan kebutuhan dan kesiapan sistem. Berdasarkan proyeksi kebutuhan air, kapasitas pengolahan yang direncanakan dibulatkan menjadi 210 L/detik pada akhir periode perencanaan. Pemilihan konfigurasi proses dilakukan dengan menyusun tiga alternatif dan mengevaluasinya menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) berdasarkan kemudahan operasi dan pemeliharaan, kemudahan konstruksi, kebutuhan lahan, biaya investasi, dan biaya operasi dan pemeliharaan. Alternatif 1 dipilih karena memberikan keseimbangan terbaik terhadap kriteria tersebut. Rangkaian pengolahan terpilih terdiri atas proses koagulasi hidraulis, flokulasi baffled channel, sedimentasi rectangular dengan tube settler, Rapid Sand Filter (RSF) menggunakan media pasir silika dan granular activated carbon (GAC), serta desinfeksi menggunakan kaporit. Perancangan teknis difokuskan pada unit filtrasi, desinfeksi, dan reservoir. Unit RSF direncanakan menggunakan bak berukuran 2 m x 5 m, sebanyak 6 bak pada Tahap I dan 8 bak pada Tahap II, dengan media pasir silika setebal 0,50 m, GAC 0,45 m, dan kerikil penyangga 0,40 m. Unit desinfeksi menggunakan kaporit dengan dosis 3,0 mg/L dan kebutuhan pada Tahap II sekitar 54,432 kg/hari. Sistem pembubuhan menggunakan dua tangki dan dua dosing pump dengan konfigurasi satu unit beroperasi dan satu unit cadangan. Reservoir direncanakan sebanyak dua bak berukuran 36 m x 18 m . Biaya pembangunan seluruh IPA menghasilkan CAPEX sebesar Rp21.169.106.408,00 sedangkan rekapitulasi OPEX sebesar Rp4.480.601.041,00 per tahun. Berdasarkan analisis finansial dalam laporan, diperoleh NPV sebesar Rp100.316.440.395,54, BCR sebesar 1,50, dan IRR sebesar 5%. Hasil tersebut digunakan sebagai gambaran awal kelayakan finansial dan perlu diperbarui kembali menggunakan harga, tarif, dan kondisi operasi aktual pada tahap implementasi.