PERANCANGAN UNIT FINE SCREEN, AERASI, KOAGULASI, FLOKULASI, DAN SEDIMENTASI PADA SPAM KECAMATAN GUNUNGGURUH, KABUPATEN SUKABUMI
Terbatas Maman Ruhiman
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Maman Ruhiman
» Gedung UPT Perpustakaan
Penyediaan air minum yang aman dan berkelanjutan merupakan salah satu kebutuhan dasar dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pertumbuhan penduduk, perkembangan aktivitas sosial ekonomi, serta keterbatasan pelayanan air minum perpipaan menjadi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan air masyarakat. Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu wilayah yang masih membutuhkan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk meningkatkan cakupan pelayanan masyarakat. Kondisi eksisting menunjukkan bahwa pelayanan Sambungan Rumah (SR) Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri di Kecamatan Gunungguruh masih terbatas, dengan pelayanan hanya terdapat di Desa Cikujang sebesar 6,5% dan Desa Cibentang sebesar 4,2%, sedangkan sebagian besar wilayah masih memiliki potensi pengembangan pelayanan SPAM perpipaan.
Perencanaan SPAM Kecamatan Gunungguruh dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat melalui pengembangan sistem mulai dari unit air baku, transmisi, unit produksi, hingga pengolahan lumpur. Perencanaan dilakukan berdasarkan hasil proyeksi kebutuhan air masyarakat, analisis ketersediaan sumber air baku, evaluasi kualitas air baku, serta kajian alternatif teknologi pengolahan yang sesuai dengan karakteristik air baku.
Sumber air baku yang digunakan dalam perencanaan SPAM Kecamatan Gunungguruh berasal dari Sungai Cimandiri. Berdasarkan hasil analisis ketersediaan air baku, debit sungai masih mampu memenuhi kebutuhan pengambilan air dengan debit andalan sebesar 3150 L/s untuk kapasitas produksi
sebesar 160 L/s. Mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun, masih terdapat beberapa parameter yang belum memenuhi persyaratan kualitas air minum, yaitu Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Nitrat, Total Suspended Solid (TSS), kekeruhan, besi (Fe), mangan (Mn), total koliform, dan fekal koliform. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa diperlukan rangkaian proses pengolahan yang mampu menyisihkan parameter pencemar secara efektif sebelum air didistribusikan kepada masyarakat.
Pemilihan konfigurasi unit pengolahan dilakukan melalui analisis kualitas air baku, studi literatur, serta evaluasi beberapa alternatif teknologi berdasarkan aspek teknis dan operasional. Penentuan alternatif dilakukan menggunakan pendekatan beberapa metode, yaitu metode JICA, matriks Kawamura, dan SNI 7508:2011, kemudian dilanjutkan dengan pembobotan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan perangkingan menggunakan metode TOPSIS untuk memperoleh konfigurasi teknologi terbaik. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, konfigurasi unit pengolahan terpilih terdiri atas bak pengumpul, fine screen, cascade aerator, in-line coagulation, horizontal baffled flocculation, tube settler sedimentation, dual media rapid sand filter, ion exchange, disinfeksi injeksi, serta pengolahan lumpur.
Analisis ekonomi dan finansial dilakukan untuk mengetahui tingkat kelayakan pembangunan SPAM Kecamatan Gunungguruh. Evaluasi dilakukan melalui perhitungan kebutuhan biaya investasi Capital Expenditure (CAPEX), biaya operasi dan pemeliharaan Operational Expenditure (OPEX), serta indikator kelayakan berupa Net Present Value (NPV) dan Benefit Cost Ratio (BCR). Berdasarkan hasil analisis, nilai BCR yang diperoleh sebesar 0,18 dengan nilai payback period sekitar
>25 tahun. Nilai BCR yang lebih kecil dari satu menunjukkan bahwa pembangunan SPAM Kecamatan Gunungguruh belum layak secara ekonomi.
Perpustakaan Digital ITB